Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

PPKM Level-0 dan Kelangkaan Uang Receh di Gang Sapi Jakarta

3 Agustus 2021   20:19 Diperbarui: 4 Agustus 2021   05:17 303 24 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PPKM Level-0 dan Kelangkaan Uang Receh di Gang Sapi Jakarta
Momen pagi Gang Sapi lagi sepi, dulu sebelum pandemi (Dokpri)

Jawa-Bali silahkan PPKM Darurat, disambung PPKM Level-4, lanjut perpanjangan PPKM Level-4 sampai 9 Agustus 2021.  Tak ada hubungannya semua itu dengan Gang Sapi Jakarta.

Gang Sapi itu semacam enklaf otonom di Jakarta.  Sejak masa PPKM Darurat (3-20 Juli) sampai perpanjangan PPKM Level-4 (2-9 Agustus 2021), Gang Sapi teguh menjalankan PPKM Level-0.  Alias takada PPKM di Gang Sapi. 

Setiap hal berjalan seolah tak ada pandemi Covid-19 di Gang Sapi.  Warga tetap lalu-lalang di gang, sebagian bermasker, sebagian lagi tidak.  Ibadah berjamaah tetap berlangsung seperti biasa.  Sebagian umat pakai masker, sebagian lagi tidak.  Seakan tak peduli pada mahluk renik bernama Covid-19.

Ibu-ibu dan bapak-bapak tetap kumpul-kumpul bergosip-ria.  Secara bergantian di bangku depan rumah Bang Jek.  Macam-macam yang diomongkan. Mulai dari urusan dapur sampai bansos.  Dari harga belanjaan sendiri sampai belanjaan tetangga.  Dari kelakukan istri sampai suami tetangga. 

Pakai masker? Jaga jarak?  Mana asyik.  Gosip itu paling nikmat jika dilakukan duduk bergesek dan mulut bebas masker.  Atau pakai masker tapi di dagu, atau telinga, atau jidat.

Mpok Ipah, mamah muda beranak lima, adalah peserta militan gosip ibu-ibu Gang Sapi.  Dia sangat jarang menggunakan masker.  Secara dia merasa mamah muda tercantik di Gang Sapi. Kalau pakai masker, dia tak bisalah pamer aset muka putih kelantangan dan bibir tebal merah berpoles lipstik merah menyala. 

Menurut bapak-bapak anggota grup gosip Gang Sapi,  kecantikan Mpok Ipah menyilaukan. Padahal dari jarak tertentu, jujur saja, wajahnya tampak sebagai dua buah cabe merah besar di atas kertas putih.

Mungkinkah Covid-19 tak berani masuk ke Gang Sapi yang gak pedulian itu?  Entahlah. Yang jelas, saat PPKM Darurat, hampir sekali dalam dua hari dari mesjid terdengar pengumuman orang meninggal dunia.

"Kena covid!" teriak Bang Oji kepada Bang Jen yang nongkrong di depan warung. "Makanya elo pakai masker, tu!"  dia mengingatkan. 

"Na elo sendiri?  Gak pake masker, teriak-teriak di gang, gitu!" balas Bang Jen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x