Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Dua Kisah tentang Tomat

15 Juni 2021   06:01 Diperbarui: 15 Juni 2021   09:41 310 30 21 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dua Kisah tentang Tomat
Tomat di kebun alami milik Nishimura Akira, teman FT (Foto: Nishimura Akira, atas ijin)

Kisah pertama. Pengalaman Poltak sewaktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 1983 di desa Cibulan di Jawa Barat. 

Kelompok KKN Poltak terdiri dari lima orang mahasiswa ragam jurusan. Poltak sendiri mahasiswa ilmu sosial-ekonomi pertanian. Empat mahasiswa lainnya adalah Rudi dari jurusan Hama dan Penyakit Tanaman (HPT), Rizaldy dari Mekanisasi Pertanian, Ozzie dari  Perikanan, dan Nazar dari  Statistika.

Suatu pagi,  Rudi melintas di kebun tomat Kang Indra. "Pak Mahasiswa," sapa Pak Indra, "saya mau minta tolong. Kenapa sebagian tomat saya ini layu mau mati." 

Rudi, setelah mengamati kondisi pertanaman menjawab, "Wah, ini tampaknya kena penyakit atau hama berbahaya. Nanti siang saya beri jawaban penyebabnya dan cara mengatasinya." Lalu dia pulang ke pondokan untuk membuka diktat Hama dan Penyakit Tanaman.

Tak berapa lama kemudian, lewat pula Poltak di kebun Kang Indra. Demi melihat tomat sakit di kebun itu,  Poltak langsung berteriak, "Kang Indra, tomat bapak kena penyakit mati pucuk. Itu akibat serangan jamur di akar. Cabut dan bakar, Kang. Kalau tidak, nanti menular ke tomat yang sehat." Hal itu dikatakannya berdasar pengalaman bertani tomat dulu di kampungnya.

Siangnya, Rudi datang kembali ke kebun Kang Indra. Tapi kebun sudah sepi. Dilihatnya tomat-tomat sakit sudah dicabut dan dibakar di pinggir kebun.  Persis, seperti itulah yang hendak direkomendasikannya kepada Kang Indra. Menurut diktat, begitulah cara mengendalikan penyakit mati pucuk akibat serangan jamur di akar.

***

Kisah kedua. Pengalaman Engkong Peli k merisak pohon tomat milik teman segrup perpesanan.

Suatu hari seorang anggota grup perpesanan bernama Arie mengeluhkan sepohon tomatnya di pekarangan selalu gugur bunga dan pentil. "Bagaimana cara mengatasinya, Engkong Pelik," tanyanya kepada Pelix, anggota grup yang melakoni usahatani.

Setelah sedikit interogasi, Pelik tahu benih tomat itu ternyata berasal dari buah tomat dalam kulkas. Itu biasanya tomat hibrida yang dibeli di pasar sayuran. 

Sepengetahuan Pelik, dan juga menurut pengalamannya, biji buah tomat hibrida macam itu tak baik dipakai untuk benih. Sebab merupakan keturunan kedua yang sudah memunculkan ciri negatif indukannya. Antara lain produktivitas rendah karena gugur bunga dan pentil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x