Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani dan Peneliti Sosial

Sosiolog kampungan, petani mardijker, penganut paham "mikul dhuwur mendhem jero", artinya memikul gabah hasil panen di pundak tinggi-tinggi dan memendam jerami dalam-dalam di lumpur sawah untuk menyuburkan tanah.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kau Penguasa, Kau Durhaka

12 Juli 2019   12:29 Diperbarui: 12 Juli 2019   19:36 0 5 3 Mohon Tunggu...
Kau Penguasa, Kau Durhaka
Ilustrasi Foto Beritasatu.com

Musabab purnama itu indah adalah ketiadaan awan yang menutupi wajahnya. Maka jangan sekali-kali kau bilang wajahku indah bak purnama sementara awan hitam kebohongan masih pekat menutupi hatimu.

Wahai, kau penguasa pembohong!  Aku Tanah Airmu!

Musabab fajar menyingsing itu indah adalah kehadiran harapan dalam semburat merah emas di ufuk timur. Maka jangan sekali-kali kau bilang tubuhku akan semakin molek sementara nafsu bejat menuntun tanganmu merambah setiap inci tubuhku.

Wahai, kau penguasa perampok!  Aku Tanah Airmu!

Wahai, kau penguasa pembohong dan perampok.   Aku Tanah Airmu, Ibu Pertiwimu!  Kau anakku, kau durhaka!***

KONTEN MENARIK LAINNYA
x