Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Orang Batak dengan Babinya

2 Oktober 2016   22:53 Diperbarui: 3 Oktober 2016   15:33 4239 27 26
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Orang Batak dengan Babinya
Jenis ternak babi khas Tanah Batak (bptuhpt.siboronngborong.info)

Bisa saja artikel ini saya juduli “Fungsi Ternak Babi dalam Masyarakat Batak Toba”. Tapi apa menariknya judul kaku a’la skripsi macam itu. Walau isi artikel ini memang seperti itu.

Ya, babi memang hewan yang punya fungsi sentral dalam kehidupan orang Batak (Toba). Ekonomi, sosial, dan kuliner orang Batak tak bisa dipisahkan dari ternak bulat pendek penguik itu.

Mari kita lihat satu per satu. Sekadar berbagi informasi saja.

Anak Batak "Disekolahkan" Babi

Pernah dengar anekdot ini? “Suatu senja, sepulang dari pesta adat, Nai Poltak bertanya pada Poltak, ‘Sudah kau beri makan babi kita, Poltak?’ ‘Belum, Inang,’ jawab Poltak. ‘Perutmu saja yang kau urus! Babi ini lebih penting! Tak bisa sekolah kau kalau dia mati!’ Nai Poltak langsung meradang, sambil menyiapkan makan malam untuk babinya.”

Anekdot itu menunjukkan fungsi ekonomi ternak babi dalam masyarakat Batak. Babi merupakan “tabungan hidup”. Dapat diuangkan dengan cepat untuk keperluan pembiayaan yang cukup besar. 

Paling lazim babi dijual untuk biaya sekolah anak. Misalnya membiayai anak sekolah atau kuliah ke kota Siantar, Medan, dan Jawa. Itu sebabnya ada ungkapan “Anak Batak ‘disekolahkan’ babi.”

Usaha ternak babi dalam masyarakat Batak merupakan domein perempuan. Seperti pada masyarakat Papua, babi adalah peliharaan kaum ibu. Mulai dari pembelian anakan, pembesaran, sampai penjualan, semua tanggungjawab kaum ibu.

Ada tiga cara pemeliharaan babi di tanah Batak:  diliarkan, dikandangkan, dan ditambatkan. Cara meliarkan sudah dilarang pemerintah. Karena tidak sesuai kaidah kesehatan dan keindahan lingkungan. Cara ini digantikan pengandangan tetap di kolong atau di belakang rumah.

Cara penambatan lazim untuk pemeliharaan 1-2 ekor babi. Babi yang dipelihara adalah jantan yang dikastrasi agar cepat tambun. Pagi ditambatkan, sore dikandangkan.

Menjual babi sangat gampang. Tinggal beri tahu “tauke babi” setempat maka babi segera dijemput ke rumah. Dan langsung dibayar tunai, sesuai timbangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan