Mohon tunggu...
M. Syukri Ismail
M. Syukri Ismail Mohon Tunggu... Dosen

Hidup di dunia hanya sementara, jadikanlah dirimu bermanfaat di dunia yang sementara, agar bahagia di akhirat yang selama-lamanya. msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Etika Meminjam Barang

12 Februari 2019   10:47 Diperbarui: 12 Februari 2019   12:38 0 1 1 Mohon Tunggu...
Etika Meminjam Barang
www.rentalpekanbaru.co.id

Saling tolong menolong adalah perintah Allah swt, sebagaimana firman-Nya, " ... dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam membuat dosa dan pelanggaran..." Q.S. al-Maidah/5: 2. Meminjamkan suatu barang kepada seseorang, merupakan usaha kita untuk mengamalkan ayat di atas, dan menolong saudara kita yang sedang membutuhkan.

Agar mu'amalah pinjam-meminjam ini berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan suudzon (buruk sangka) antar sesama, perlu diperhatikan etika atau adab dalam proses pinjam meminjam tersebut. Karena "Al-adab fauq al-'ilm (adab di atas ilmu)", walaupun memiliki ilmu segudang, namun tidak memiliki adab, dianggap tidak memiliki ilmu, begitu pentingnya adab dalam kehidupan kita.

Islam sendiri begitu seriusnya mengajarkan adab dan etika kepada umatnya, bahkan hal yang kita anggap tidak penting pun mempunyai adab dalam melakukannya. Contohnya, adab di dalam kamar mandi: berdo'a sebelum masuk kamar mandi tiga langkah dari pintu, masuk dengan kaki kiri, menggunakan tutup kepala, menggunakan basahan dan tidak boleh telanjang, tidak berlama-lama di kamar mandi, masih banyak lagi.

Diantara etika yang perlu diperhatikan ketika meminjam barang, adalah:

Sebelum meminjam, pastikan bahwa barang tersebut tidak sedang digunakan, atau akan digunakan oleh pemiliknya
Hal ini sangat perlu diperhatikan, karena kadang kita butuh barang tersebut sekarang, dengan seenaknya kita meminjam, sedangkan si pemilik sedang menggunakannya, atau akan digunakan. Jika hal seperti ini terjadi, akan membuat payah si pemilik barang, karena bisa jadi pemilik juga sangat membutuhkannya, sehingga walaupun dipinjamkan akan menggerutu, dan dapat menghilangkan rasa ikhlas di dalam hatinya.

Meminta izin dengan sopan, bukan dengan ancaman, walaupun  dengan saudara dekat
Kadangkala kita lupa untuk meminta izin, boleh jadi karena saudara dekat kita yang rumahnya bersebelahan dengan kita. Namun perlu diingat mau masuk rumah seseorang saja harus meminta izin, apalagi meminjam barang, sebagaimana firman Allah swt, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat." Q.S. an-Nur/24: 27.

Menjaga barang pinjaman jangan sampai rusak
Barang yang kita pinjam tentunya harus dijaga dengan baik, karena boleh jadi barang tersebut adalah barang yang sangat berharga bagi pemiliknya. Sebaiknya kita tanyakan kepada pemilik, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika menggunakannya, sehingga kita dapat berhati-hati. Namun, Jika mengalami kerusakan, sebaiknya memberitahu dan bertanggungjawab. Menjaga barang pinjaman merupakan menjaga amanat, dan Allah swt perintahkan kita untuk menjaganya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." Q.S. al-Anfal/8: 27.

Mengembalikan barang pinjaman tepat waktu
Proses meminjam tentunya diikuti dengan proses pengembalian, mengembalikan tepat waktu merupakan keinginan semua pemilik barang. Karena biasanya dengan waktu yang telah ditentukan pengembaliannya, pastinya pemilik barang membutuhkannya. Jika si peminjam tidak bisa mengembalikan tepat pada waktunya dengan beberapa alasan, agar memberitahu dengan sopan apa masalahnya sehingga tidak menimbulkan prasangka buruk.

Jangan terlalu sering meminjam barang orang lain
Terlalu sering meminjam barang orang lain juga tidak baik, karena kadang barang yang kita pinjam dapat menimbulkan kerusakan yang kita tidak tahu kapan, jika ketika kita pinjam barang mengalami kerusakan, alangkah tidak enaknya, walaupun memang sudah waktunya barang itu rusak. Jika kita mampu membeli sendiri, lebih baik membeli sendiri daripada harus meminjam kepada orang lain, atau bersabarlah dahulu sampai dapat membelinya, karena kesabaran akan membantu segala pekerjaan, dan Allah swt bersama orang-orang yang sabar.

Pinjamkan barang anda dengan ikhlas
Ikhlas, kalimat yang mudah diucapkan, namun susah untuk dilaksanakan. Ikhlas itu beramal semata-mata mengharap ridha Allah swt, meminjamkan sesuatu hanya berharap balasan dari Allah swt. Saya kira ikhlas itu akan muncul dengan sendirinya jika peminjam barang memperhatikan adab dan etika di atas. Namun, jika peminjam melanggar adab dan etika di atas, hati yang ikhlas pun bisa berubah tidak ikhlas, ketika peminjam terlalu sering meminjam bahkan dengan sedikit memaksa, mengembalikan tidak tepat waktu, tidak izin, atau barang rusak pura-pura tidak tahu dan tidak bertanggungjawab.

***

Selamat meminjam