Muhammad Syukri Ismail
Muhammad Syukri Ismail Dosen

Hidup di dunia hanya sementara, jadikanlah dirimu bermanfaat di dunia yang sementara, agar bahagia di akhirat yang selama-lamanya. msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id

Selanjutnya

Tutup

Regional

Catatan Idul Fitri 1438 H

15 November 2017   14:25 Diperbarui: 15 November 2017   14:41 178 0 0
Catatan Idul Fitri 1438 H
Halal Bihalal Keluarga Besar IKPM Gontor (Dokumentasi Pribadi)

"Selamat 'Idul Fitri, 1 Syawwal 1438 H / 25 Juni 2017 M" walaupun terlambat, tapi karena saya akan menulis mengenai lebaran 'Idul Fitri tahun ini, jadi harus mengucapkan selamat 'Idul Fitri dulu.

Setiap muslim diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan, puasa Ramadhan adalah kewajiban karena termasuk dalam salah satu Rukun Islam yang lima, yaitu: Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, Haji ke Baitullah bagi yang mampu. Setelah menahan lapar dan haus, dan yang paling utama menahan hawa nafsu selama ramadhan, maka pada tanggal 1 Syawwal umat Islam dibolehkan makan, minum dan diharamkan berpuasa. namun perlu diingat, tidak boleh berlebih-lebihan, apalagi sampai kekenyangan.

Sudah menjadi tradisi di Indonesia sejak dahulu apabila menjelang 1 Syawwal atau menjelang lebaran, umat muslim yang merantau pulang ke kampung halamannya atau biasa di sebut 'Mudik' untuk bersilaturrahim kepada orang tua dan sanak keluarga, tradisi yang baik untuk terus dilanjutkan. Rasulallah saw pernah bersabda "Sesungguhnya bakti (kepada orang tua) yang paling utama ialah jika anak menjaga hubungan baik dengan teman-teman orangtuanya." (H.R. Muslim, No 6513)

Namun, bagi yang tidak mudik dengan berbagai alasan, tetap dapat ber-lebaran dengan keluarga baru di perantauan, karena seperti nasehat Imam Asy-Syafi'i (150 H - 270 H) dalam kitab "Diwan Asy-Syafi'i" yaitu "Pergilah dari kampungmu 'Merantaulah' karena engkau akan dapat pengganti dari siapa yang engkau tinggalkan". Jika kita pergi dari kampung kita untuk menuntut ilmu atau mencari kerja, maka kita akan mendapatkan saudara baru pengganti saudara yang kita tinggalkan.

Silaturrahim pada saat lebaran juga merupakan perbuatan yang sangat baik, walaupun silaturrahim seyogyanya tidak hanya dilakukan pada saat lebaran saja, namun dilakukan kapan saja. Karena ummat Islam bersaudara diikat dengan kalimat tauhid "La ilaha illallah, Muhammad Rasulallah", saudara sesama muslim jika jauh saling mendo'akan, jika dekat saling silaturrahim dan saling mengingatkan. Rasulallah saw bersabda "Jika dua orang Muslimbertemu lalu berjabat tangan, maka keduanya pasti akan diampuni sebelum berpisah." (H.R. Abu Daud, No 5212)

Perlu diingat, silaturrahim yang kita lakukan pada saat lebaran ini seharusnya silaturrahim yang betul-betul niat bertemu dan berpisah karena Allah tidak ada niat yang lain. Lebih baik lagi jika silaturrahim yang kita lakukan, untuk saling mengingatkan, saling nasehat menasehati dalam kebaikan. Bukankah Allah sudah peringatkan kita dalam Al-Qur'an Surah Al-'Ashr/103: 1-3 "1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

Walaupun mudik pada tahun 2016 diwarnai dengan insiden 'Brexit' yaitu macetnya kendaraan sepanjang puluhan kilometer di gerbang tol keluar Brebes Timur sehingga jatuh korban meninggal, seperti yang diberitakan di media cetak maupun online.

Kita berharap, semoga niat para pemudik ke kampung halamannya benar-benar silaturrahim semata-mata karena Allah, tidak ada niat lain. Sehingga kepada para korban Allah terima semua amal ibadahnya, karena apabila kita berniat baik, maka Allah catat untuk kita sebagai satu kebaikan.

Lebaran tahun ini sudah kita lalui dengan silaturrahim kepada orangtua, saudara, kerabat. Semoga lebaran tahun depan, jika Allah masih pertemukan kita dengan Ramadhan dan bisa berlebaran lagi, silaturrahim yang kita lakukan nanti benar-benar silaturrahim bertemu karena Allah, berpisah karena Allah, dan saling mengingatkan, sehingga kita tidak dicatatat kedalam orang-orang yang merugi.

***

Late Post