Humaniora Artikel Utama

Bertemu 'Perfect Stranger' Saat Traveling, Apa Untungnya?

16 Maret 2017   10:46 Diperbarui: 16 Maret 2017   13:44 366 3 1
Bertemu 'Perfect Stranger' Saat Traveling, Apa Untungnya?
Sumber gambar: insight.looloo.com

Banyak hal yang bisa membuat perjalanan wisata kita begitu menyenangkan. Pemandangan yang indah, penginapan yang nyaman, sajian kuliner yang selalu menggugah selera, sampai teman seperjalanan yang mengasyikan. Hal-hal di atas biasanya sudah kita rencanakan sebelum perjalanan dimulai terkecuali teman seperjalanan. Bisa jadi teman seperjalanan yang mengasyikan kita temukan di tengah aktivitas berwisata kita.

Ketika melakukan perjalanan wisata, kita mungkin tanpa sengaja pernah bertemu dengan orang yang tidak kita kenal, merasa cocok, kemudian berlanjut dengan menghabiskan sisa perjalanan dengannya. Tidak jarang bahkan membuat perjalanan kita menjadi jauh lebih berwarna dan meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Inilah yang disebut sebagai perfect stranger.

Pertanyaan sekarang adalah bagaimana kita bisa bertemu dengan orang asing yang bisa menjadi perfect stranger dalam perjalanan wisata kita? Kita tidak akan pernah tahu sampai kita bertemu dengan orang tersebut dan merasakannya sendiri.

Kemungkinan bertemu dengan perfect stranger biasanya ketika perjalanan dilakukan sendirian atau solo traveling. Hal ini dimungkinan karena kesempatan kita untuk berinteraksi dengan orang lain lebih besar dibandingkan ketika pergi beramai-ramai yang membuat kita sibuk berinteraksi hanya antar sesama teman.

Hal yang membuat perfect stranger semakin berkesan yaitu karena salah satu alasan di balik melakukan solo traveling yaitu untuk menghindari adanya kemungkinan ketidakcocokan dengan teman seperjalanan. Sehingga jika di jalan bertemu dengan seseorang yang begitu mengasyikan, malah membuat perjalanan wisata kita menjadi lebih mengasyikan.

Berikut beberapa tips yang bisa dicoba oleh kita semua untuk menemukan perfect strangers selama berwisata, yaitu:

  • Mencoba ramah kepada siapapun yang kita temui selama kita berpergian. Bukalah percakapan dengan menyapa, dll. Tentu kita bisa memilah mana percakapan yang asyik dan menyenangkan untuk diteruskan, mana yang harus dihentikan,
  • Bawa makanan kecil, cokelat atau permen dalam setiap perjalanan. Tawarkan kepada wisatawan yang kita temui di jalan untuk memulai percakapan,
  • Kalau memungkinkan, gunakan transportasi publik dalam setiap melakukan perjalanan. Hal ini memungkinkan kita untuk lebih banyak berinteraksi dengan wisatawan lain. Biasanya, Wisatawan yang mau menggunakan transportasi publik memiliki jiwa berpetualang yang lebih mengasyikkan,
  • Tinggal di homestay atau hostel. Hal ini memungkinkan kita lebih banyak berinteraksi dengan sesama wisatawan, bahkan saat-saat sebelum tidur atau ketika bangun tidur untuk sekedar mencari sarapan pagi bersama,
  • Tawarkan bantuan walau sekedar hal-hal kecil seperti memberikan petunjuk jalan, membantu mengangkat barang bawaan, dll. Awal yang baik biasanya akan berujung pada sesuatu yang baik pula.

Perfect stranger tidak harus sesama wisatawan. Mereka bisa berprofesi sebagai tukang ojek, penjual makanan, pemandu wisata lokal, warga setempat, dll.

Selain bisa membuat perjalanan kita lebih mengasyikan, banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari seorang perfect stranger. Kita bisa saling bertukar pengalaman berwisata, budaya, cendera mata, hobi, bahkan peluang usaha. Mungkin saja Sang Perfect Stranger bisa menuntun kita ke suatu tempat yang mengesankan/hidden paradise yang tidak ada dalam daftar perjalanan kita. Semakin menyenangkan bukan?

Namun tentunya kita juga harus berhati-hati dalam menjalin pertemanan, kita tidak mau perfect stranger malah berbalik menjadi mood breaker yang merusak perjalanan wisata kita. Jika kita tidak terbiasa berhubungan dengan orang asing, maka jangan paksakan. Buat diri kita senyaman mungkin dalam berwisata.

Kata kuncinya adalah always be kind to others, wherever you are, whenever you are. Treat people the way you wanna be treated. Selamat menemukan perfect stranger kalian, travelers!

Berikut foto-foto my perfect strangers

Killie, Perfect Stranger asal Jerman, bertemu di bis dalam perjalanan di Pulau Sumbawa, janjian di Labuan Bajo dan berakhir di Jakarta sebelum kembali ke Jerman
Killie, Perfect Stranger asal Jerman, bertemu di bis dalam perjalanan di Pulau Sumbawa, janjian di Labuan Bajo dan berakhir di Jakarta sebelum kembali ke Jerman
Ketemu Sven asal Belanda dan Tawriq asal Inggris. Sven akhirnya mampir Ke Jakarta sebelum kembali ke Belanda. | dokumen pribadi
Ketemu Sven asal Belanda dan Tawriq asal Inggris. Sven akhirnya mampir Ke Jakarta sebelum kembali ke Belanda. | dokumen pribadi

Oleh: Muhammad Syarif

Traveler
Sekaligus PR Specialist di Pusat Transformasi Kebijakan Publik