Syarif Tjan

Profil
Lahir Di Tobelo.Tipikal slengean dan suka menentang arus. Senang menekuni dunia Filsafat dan Tasauf. Waktu senggang dimanfaatkan dengan melukis, menulis, dan clubing. Pernah mampir menimba Ilmu Teknik Lingkungan di STTL Yogyakarta ( 1991), dan menyempatkan diri belajar di Magister Sistem Teknik (MST) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Tahun 2007. Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Impact semasa kuliah di Yogya.Menulis adalah hobi sejak dari SMA. Pernah menulis di Majalah "Suara Muhammadiyah" Yogyakarta, dan harian Malut Post. Tahun 2004 saya bersama Bapak Mulis Tapi Tapi mendirikan Tabloid Halut Press dan menjadi Pemimpin Redaksi namun hanya bertahan selama 2 tahun. Mendirikan oragnisasi Filantropis "Tjan Institute", sebagai upaya melakukan riset kecil-kecil dibidang lingkungan. Bergelut di dunia konsultan lingkungan untuk menyusun AMDAL, dan UKL/UPL. Selain konsen terhadap masalah lingkungan, sosial politik dan kebudayaan, juga memiliki cita-cita membesarkan usaha "eco- Entrepreneur" sendiri. saat ini suka menggarap banyak pesanan Instalasi Air Limbah dengan biaya murah. Sudah 17 Tahun hidup dan stay di Ternate
Bergabung 13 September 2017
Statistik
:
14
:
16,761
:
25
:
27
:
1
:
4
FOLLOWERS2
FOLLOWING18
Syarif Tjan
05 November 2017 | 2 minggu lalu

Jakarta Macet? Pindahkan Ibu Kota!

Berdasarkan indeks kemacetan kota-kota besar diseluruh dunia, sebagaimana yang di

Humaniora
2427
1
0
Syarif Tjan
01 November 2017 | 3 minggu lalu

Alexis, Anies-Sandi dan "Gagal Paham?"

Belum genap dua minggu pasca pelantikan  Anies --Sandi,Jumat, 27/10/2017, Alexis

Humaniora
1896
4
5
Syarif Tjan
18 Oktober 2017 | 1 bulan lalu

Nota Kecil dari ILC TV One "Proyek Pulau Reklamasi Tak Terbendung"

Ada yang menarik dari pernyataan Pak Prijanto, mantan Wagub DKI

Humaniora
2711
2
4
Syarif Tjan
15 Oktober 2017 | 1 bulan lalu

Membaca Ambiguitas Kaum Intelektual

Tanpa sengaja kamis malam, 11 Oktober 2017, saya ketemu Saudara

Humaniora
473
2
4
Syarif Tjan
21 September 2017 | 2 bulan lalu

Gelar Doktor Itu Gelar "Menulis"

Bergelar doktor menjadi dambaan semua dosen. Betapa tidak, Peraturan Pemerintah

Humaniora
6886
18
14