mohamad sobari
mohamad sobari

Menatap Kedepan, Melangkah Maju.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Mortal Engines", Kisah Bumi yang Kacau Balau Akibat Perang Nuklir

7 Desember 2018   03:42 Diperbarui: 7 Desember 2018   04:52 268 0 0
"Mortal Engines", Kisah Bumi yang Kacau Balau Akibat Perang Nuklir
polygon.com

Satu lagi, dari produksi  studio universal pictures adalah film Hollywood terbaru yang  tayang di bioskop pada minggu pertama bulan Desember 2018. Mortal Engines, sebuah film dengan genre action fantasi,  fiksi dan Ilmiah dengan cerita perlawanan sekelompok orang di masa kekacauan bumi.

Kali ini saya bersama teman-teman kantor untuk nobar di Cinema XXI One Bell Park yang berada di Jl. Rumah Sakit Fatmawati No.1, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Di jam tayang jam 15.30 Studio 1 dengan penonton yang cukup lumayan banyak. Film yang di adaptasi dari novel Philip Reeve berjudul sama. Dengan menampilkan adanya perbedaan dalam kehidupan bumi, yaitu kota kecil dan kota besar. Keduanya memiliki ciri khas yang berbeda dan karakter masyarakat yang tidak sama. 

Siapa saja daftar pemerannya. Yuk kita lihat di bawah ini, 

Sutradara
Christian Rivers

Produser
Peter Jackson, Fran Walsh, Zane Weiner, Amanda Walker, Deborah Forte

Penulis Naskah
Peter Jackson, Fran Walsh, Philippa Boyens

Pemeran
Hugo Weaving
Hera Hilmar
Robert Sheehan as Tom Natsworthy
Ronan Raftery
Stephen Lang
Jihae
Leila George
Patrick Malahide
Colin Salmon
Rege-Jean Page 

Perebutan kekuasaan semakin tinggi di masa apokaliptik. Bumi sudah dibenamkan dengan gersangnya penindasan. Masyarakat bertahan hidup dengan cara saling berebut kuasa. Berpindah ke tempat baru dengan menindas masyarakat yang ada di sekitarnya. Kunci di masa ini adalah bahan bakar.

Pergolakan pun terjadi. Setiap masyarakat yang berkuasa, merasa berhak memiliki dan menindas kota-kota kecil. Kejadian ini dikenal memicu masyarakat yang lemah membangun sebuah kota menggunakan roda dan mesin-mesin bertenaga raksasa. Tujuannya sederhana, agar masing-masing masyarakat di kota tersebut dapat berpindah dengan cepat ketika kebutuhan hidup mereka sudah habis.

Mortal Engines memiliki cerita dengan latar belakang masa-masa apocalyptic. Mungkin selama ini kamu sudah menonton beberapa film dengan latar yang sama. Sebut saja Mad Max: Fury Road atau A Quiet Place jadi film dengan tema kehancuran bumi. Mortal Engines pun hadir dengan latar cerita yang sama.

Namun, yang membedakannya adalah, Mortal Engines punya kekuatan dalam menampilkan fantasi-fantasi liarnya. Apalagi film ini diadaptasi dari novel karya Philip Reeve yang disebut mampu membagi cerita-ceritanya dengan rapi, mengejutkan dengan konflik dan bagaimana ia menuangkan fantasinya dalam sekumpulan tulisan.

Namun, semua tulisan Philip Reeve ini ternyata mampu ditransformasi dengan cukup baik oleh Christian Rivers. Ditambah lagi untuk penulis naskah dan produser film ini ada nama Peter Jackson. Orang yang sukses membangun sebuah fantasi penonton dengan film-film seperti trilogi The Lord of the Rings, The Hobbit atau The Adventures of Tintin. Hal ini yang juga diadaptasi dengan baik di sepanjang film.

Penonton akan dimanjakan dengan gambaran bagaimana sebuah kota bergerak dengan kekuatan mesin dan roda-roda besar. Fantasi tentang hancurnya bumi hingga pakaian dan budaya yang terjadi setelah kehidupan manusia tidak lagi teratur disajikan dengan cukup baik.

Belum cukup sampai di situ, penonton akan dimanjakan dengan fantasi bagaimana pesawat tempur dimodifikasi sedemikian rupa dimasa apocalyptic. Satu hal yang mungkin tidak akan terbayangkan di pikiran penonton. Film ini juga mengajak penonton untuk berfantasi bagaimana seandainya perangkat gawai seperti super komputer atau iPhone tidak lagi ada gunanya.

Peter Jackson dan seluruh tim kreatif yang dibalik layar kompak memainkan fantasi penonton dengan gaya kehidupan manusia di masa kehancuran bumi.

Saksikan Film Mortal Engines di bioskop terdekat anda dan saksikan keseruan serta masa terdepan bumi yang kacau balau akibat perang nuklir. Kesimpulan teman-teman saya setelah menonton Film Mortal Engines , pastinya puas dan tidak membosankan dengan akhir cerita yang menyenangkan serta kemenangan. (MS) 

Dokpri
Dokpri