Mohon tunggu...
Muhammad Rizqi Prasetyo
Muhammad Rizqi Prasetyo Mohon Tunggu... RAHAYU

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Bisnis Thrifting yang Digemari Kawula Muda

19 April 2021   21:34 Diperbarui: 19 April 2021   21:55 106 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bisnis Thrifting yang Digemari Kawula Muda
Dokpri : Ramadhan Sale di Taman Kuliner Condongcatur

Bagi anak muda istilah thrifting sudah tidak asing ditelinga mereka. Dimana mereka membeli barang-barang bekas yang masih layak pakai dan tentunya dengan merek terkenal. Dengan harga yang terbilang murah mereka dapat membeli branded daripada mereka membelinya di toko resmi yang menjual barang tersebut. Selain itu, kegiatan thrifting ini dapat mengurangi sampah limbah tekstil. Dibalik dapat mengurangi limbah plastik, kegiatan thrifting memiliki peluang bisnis yang lumayan. Banyak yang mencoba membuka bisnis thrifting dan menjualnya secara online maupun membuka kios sendiri.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa orang-orang bisa menyukai kegiatan thrifting ini.

Pertama, thrifting ini menjual hampir semua model pakaian mulai dari pakaian anak-anak hingga pakaian orang dewasa. Akan tetapi bukan hal mudah untuk mendapatkan pakaian yang kita inginkan, karena tidak semua jenis pakaian yang kita cari ada di pasar thrifting.

Kedua, kebanyakan harga barang yang ditawarkan dalam pasar thrift bisa lebih murah dari toko-toko pakaian pada umumnya, hal ini menyebabkan orang-orang lebih menyukai membeli barang thrift. Bila beruntung, kita dapat membeli barang yang memiliki brand terkenal dengan harga yang bisa dua kali lipat lebih murah dengan harga aslinya di toko resmi yang menjual brand tersebut.

Nah, tadi saya juga sempat berkeliling kota jogja untuk mencari beberapa toko yang menyediakan thifting, dan kebetulan ada salah satu event yang menyediakan pameran thrifting yang diikuti lebih dari 20+ toko yang menjual berapa produk pakaian thrifting. Tepatnya di tamkul (taman kuliner) yang tepatnya berada di Jl. Anggajaya III, Gejayan, Condong Catur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman (Barat Terminal Condong Catur). Event thrifting tersebut dikenal oleh masyarakat lokal dengan istilah awul-awul. Event ini diselanggarakan bertepatan pada saat Ramadhan yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 15 April sampai 19 April. Pada tahun sebelumnya event ini sempat diselenggarakan. Akan tetapi, pada tahun tersebut pengunjung yang datang jauh dari yang diharapkan alias sepi pengunjung. Saya bertemu dengan salah satu owner stand yang hadir dalam event tersebut yang bernama mas Tomex.

Dokpri : Saya sedang mencari pakaian dengan brand yang terkenal
Dokpri : Saya sedang mencari pakaian dengan brand yang terkenal

"Tahun lalu kita sudah pernah mengadakan event ini akan tetapi tahun lalu beda sama event yang diadakan tahun ini. Tahun ini lebih ramai pengunjung dari tahun sebelumnya dan lebih banyak stand yang mengikuti event ini." ujar mas Tomek selaku salah satu panitia event sambil tersipu malu.

Pernyataan dari mas Tomek memang benar. Karena pada tahun lalu dunia digegerkan dengan kemunculan virus Covid-19 yang menyebabkan kesenjangan ekonomi yang begitu serius.

"Tahun lalu pas awal covid-19 kita mencoba untuk bertahan mas. Memang mas saat pandemi pembeli menurun drastis. Akhirnya saya memutuskan untuk beralih berjualan online. Alhamdulillah omset yang didapatkan dari jualan online lumayan." tutur mas Tomex.

Setelah mendengar pernyataan dari mas Tomex memang pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian yang ada di indonesia, salah satunya event thrifting ini. Setelah berbincang dengan mas Tomex mengenai event ini, saya melanjutkan untuk berkeliling melihat-lihat stand yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN