Politik

Alasan Kenapa Politisi Sering Ingkar Janji

17 April 2018   11:41 Diperbarui: 17 April 2018   11:43 626 1 0
Alasan Kenapa Politisi Sering Ingkar Janji
sumber foto : nahimunkar

Politisi seringkali identik dengan kebusukan dan kemunafikan. Ingkar janji merupakan hal biasa bahkan ada yang sangat fasih beringkar. Janji-janji palsu ini mengakibatkan banyaknya masyarakat yang kecewa merasa ditipu, sehingga tak jarang ada masyarakat yang apatis dan saat pemilu memilih golput karena capek ditipu terus. Lantas apa sih alasan kenapa politisi berjanji palsu, apakah mereka tak gentar dosa?

1. Menarik Suara Pemilu

Pemilu diadakan 5 tahun sekali, calon-calon yang minim akan prestasi secara tak langsung akan memutar otak gimana caranya untuk mendulang suara salah satunya dengan memberikan janji-janji manis bahkan bisa menjanjikan hal yang tidak mungkin. Karena janji-janji manis calon yang minim prestasi ini, tidak langsung akan memaksa calon yang berprestasi ikut mengumbar janji. Bisa dibilang semakin banyak janji manis, semakin tinggi elektabilitas. 

Contohnya : 

- Janji Sekolah Gratis

SMA/SMK udah gratis?

2. Minimnya Pengetahuan

Kebanyakan orang belum pernah menjadi Walikota,Gubernur, DPR, ataupun Presiden, normalnya mereka gak tau bagaimana rasanya menjabat jabatan tersebut. Kekurangan pengalaman ataupun pengetahuan ini yang bisa menggagalkan janji mereka. Tiap calon seharusnya wajib tau setidaknya aturan-aturan, kewenangan apa saja yang akan didapat. Sayangnya, tidak sedikit orang mencalonkan diri dadakan. Sebelumnya gak kepikiran sama sekali jadi gubernur, eh ditawarin yaudah deh terima aja.

Perlu diingat bahwa tak semua politisi seperti itu, ada yang benar-benar mempelajari. Namun, sayangnya memang ada informasi yang tidak bisa didapatkan sebelum kita menjabat. 

Contohnya : 

- Janji tidak bagi bagi kursi

Pak Jokowi baru sadar ketika menjabat bahwa gak bisa gak bagi-bagi kursi karena bakal kehilangan dukungan

3. Janji Terlalu Muluk

Janji memang mudah, saking mudahnya janji-janji yang gak masuk akal atau sulit terealisasikan keluar begitu saja dari politisi-politisi kita. Ketika menjabat baru bingung gimana cara merealisasikannya dan akhirnya cenderung gagal, rakyat pun kecewa. Atau mungkin memang ada janji yang bisa terealisasikan tapi benar-benar sulit sehingga janji tersebut akhirnya mbleset

Contohnya :

- Janji Pertamina Kalahkan Petronas

Realitanya aset Pertamina baru 1/3 nya Petronas. Dengan kata lain Petronas 3x lipat lebih besar dari Pertamina. Sangat sulit sekali mengalahkan Petronas.

4. Berubah Pikiran

Manusia wajarlah kalau pikirannya berubah. Perubahan pikiran ini bisa terjadi dikarenakan banyak parameter. Seperti adanya pengetahuan baru, memikirkan ulang keputusan, bergantung pada prioritas dsb.

Contohnya : 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2