Ekonomi

Rumah Idaman di Jakarta

13 Maret 2018   19:53 Diperbarui: 13 Maret 2018   20:01 261 0 0

Saat sore tiba, seperti biasa, Di depan kantor RW banyak sekali tukang dagangan dan ibu ibu yang berkumpul sambil melihat anaknya bermain. Saat itu Mpo mau ke warung Mba Sri dan terjadilah percakapan.

Mba Sri  berkata "Mpo, mau beli apa nih?, seperti biasa ye?".

Mpo menjawab "et dah, mba sri . tahu aja kedemenan Mpo. Bala-bala  5 ye, sama bir pletok susu segelas".

Mba Sri menjawab " Sip, bentar lagi matang nih, bala-balanya. Tunggu aja".

Sambil menunggu Mpo ngobrol dengan Uni Yanti dan berkata "Uni, ente jadi pindah rumah? "

Uni Yanti menjawab " ya, benar Mpo. ".

sambil duduk di bangku plastic Mpo bertanya kepada Uni "Uni, kenapa pindah, udah gak betah ya, tinggal di marih".

Uni  menjawab " aku mah betah di sini, Cuma gak betah bayar kontrakan yang terus naik tiap tahun. Daripada kontrak, mendingan beli rumah aja di daerah bogor".

Mpo berkata "Disana harga rumah berapa ni,?".

Uni menjawab "Di daerah Citayem, Bogor .uang  Rp 300.000.000 udah bisa dapat rumah yang sudah di renovasi dengan ukuran tipe 36, Dipinggir jalan. Kalau di Jakarta uang segitu mah, Cuma dapat rumah di gang".

Mba Sri berkata sambil membalikan gorengan yang belum matang  berkata "iya yah, harga rumah dan tanah di Jakarta terus naik".

Mpo menjawab " benar mba, di akhir bulan Desember 2017, Mpo Cuma mau sharing tanpa bermaksud menggurui , kemarin itu tuh, Mpo ikutan workshop rumah123.com di Queen Head, Jakarta Selatan . Berdasarkan survey rumah123.com menyatakan kalau kita menunda membeli rumah dalam satu tahun maka :

A. Kita akan pindah dengan jarak 10 km dari rumah kita sekarang, nah misalnya nih tahun ini kita tinggal di Johar baru maka kita akan pindah ke Jatinegara.

B. Biaya transportasi kita ke kantor jadi bertambah dengan menggunakan bbm sebanyak 3 liter perhari dan perjalanan menempuh jarak yang lebih lama yaitu 90 menit.

C. Nah,  jika kita tahun sekarang bisa beli rumah seharga 300 juta dapat luas tanah 100 meter maka tahun depan kita hanya mendapatkan 72 meter. berkurangnya 28 meter lebih kecil luas tanah.

Lalu Mba Sri berkata "Mpo nih, udah matang. Totalnya Rp 10.000". sambil memberikan kantong kresek putih Mba Sri melanjutkan perkataannya "Makanya Mpo nabung yang banyak, terus beli rumah disini. Kalau ente pindah ntar gak ada yang sharing lagi. Buruan Mpo, nabung dan cari pacar".

Mpo hanya tersenyum dan berkata "iye, makanya doain dong". Lalu Mpo pergi berlalu menuju rumah dengan menggunakan sepeda.

Nah, Kalau kamu itu apa persiapan mu dalam membeli rumah dan apa sih pendapatmu tentang harga rumah di Jakarta? Boleh dong, Mpo minta komentarnya.

Saat sore tiba, seperti biasa, Di depan kantor RW banyak sekali tukang dagangan dan ibu ibu yang berkumpul sambil melihat anaknya bermain. Saat itu Mpo mau ke warung Mba Sri dan terjadilah percakapan.

Mba Sri  berkata "Mpo, mau beli apa nih?, seperti biasa ye?".
Mpo menjawab "et dah, mba sri . tahu aja kedemenan Mpo. Bala-bala  5 ye, sama bir pletok susu segelas".
Mba Sri menjawab " Sip, bentar lagi matang nih, bala-balanya. Tunggu aja".

Sambil menunggu Mpo ngobrol dengan Uni Yanti dan berkata "Uni, ente jadi pindah rumah? "
Uni Yanti menjawab " ya, benar Mpo. ".
sambil duduk di bangku plastik Mpo bertanya kepada Uni "Uni, kenapa pindah, udah gak betah ya, tinggal di marih".
Uni  menjawab " aku mah betah di sini, Cuma gak betah bayar kontrakan yang terus naik tiap tahun. Daripada kontrak, mendingan beli rumah aja di daerah bogor".
Mpo berkata "Disana harga rumah berapa ni,?".
Uni menjawab "Di daerah Citayem, Bogor .uang  Rp 300.000.000 udah bisa dapat rumah yang sudah di renovasi dengan ukuran tipe 36, Dipinggir jalan. Kalau di Jakarta uang segitu mah, Cuma dapat rumah di gang".

Mba Sri berkata sambil membalikan gorengan yang belum matang  berkata "iya yah, harga rumah dan tanah di Jakarta terus naik".
Mpo menjawab " benar mba, di akhir bulan Desember 2017, Mpo Cuma mau sharing tanpa bermaksud menggurui , kemarin itu tuh, Mpo ikutan workshop rumah123.com di Queen Head, Jakarta Selatan . Berdasarkan survey rumah123.com menyatakan kalau kita menunda membeli rumah dalam satu tahun maka :
A. Kita akan pindah dengan jarak 10 km dari rumah kita sekarang, nah misalnya nih tahun ini kita tinggal di Johar baru maka kita akan pindah ke Jatinegara.
B. Biaya transportasi kita ke kantor jadi bertambah dengan menggunakan bbm sebanyak 3 liter perhari dan perjalanan menempuh jarak yang lebih lama yaitu 90 menit.
C. Nah,  jika kita tahun sekarang bisa beli rumah seharga 300 juta dapat luas tanah 100 meter maka tahun depan kita hanya mendapatkan 72 meter. berkurangnya 28 meter lebih kecil luas tanah.

Lalu Mba Sri berkata "Mpo nih, udah matang. Totalnya Rp 10.000". sambil memberikan kantong kresek putih Mba Sri melanjutkan perkataannya "Makanya Mpo nabung yang banyak, terus beli rumah disini. Kalau ente pindah ntar gak ada yang sharing lagi. Buruan Mpo, nabung dan cari pacar".
Mpo hanya tersenyum dan berkata "iye, makanya doain dong". Lalu Mpo pergi berlalu menuju rumah dengan menggunakan sepeda.

Nah, Kalau kamu itu apa persiapan mu dalam membeli rumah dan apa sih pendapatmu tentang harga rumah di Jakarta? Boleh dong, Mpo minta komentarnya.