Mohon tunggu...
Azimuddin
Azimuddin Mohon Tunggu... Karyawan swasta

Menulis untuk berbagi dan meninggalkan jejak

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Berlari untuk Kesehatanmu, tapi Jangan Ter-la-lu!

18 Juni 2021   19:31 Diperbarui: 18 Juni 2021   19:58 28 1 0 Mohon Tunggu...

Artikel kali ini saya rangkum dari ceramah Dr. James O'Keefe Jr pada rekaman acara Tedx Talks (berjudul Run For Your Life, at a comfortable pace and not too far ). Beliau adalah seorang dokter ahli jantung dari Amerika yang memimpin sebuah lembaga yang berfokus pada pencegahan penyakit jantung, juga seorang penulis buku best-seller tentang diet dan gaya hidup.

Diawali dari kisah pribadinya yang sejak remaja gemar berolahraga. Dimanapun dia punya kesempatan, contoh saat menunggu pesawat, pasti kita bisa melihatnya naik turun tangga bandara dengan backpack dipunggung. Sejak remaja dia berpikir bahwa makin banyak berolahaga, akan makin sehat tubuhnya.

Pikiran ini didukung oleh sebuah buku yang ditulis pada tahun 1977 oleh Thomas J. Bassler, MD yang bilang bahwa olahraga lari melindungi jantung dari penyakit, bahkan lebih jauh menyatakan bahwa bila dapat menyelesaikan marathon (lari sejauh 42 km) membuat kita imun dari penyakit jantung. Menurutnya semua itu adalah mitos yang sampai saat ini dipercaya banyak orang awam, bahkan oleh dokter.

Ironi ini diberikan contoh oleh seorang kawanya bernama John berusia 68 tahun yang juga seorang dokter. John seorang pegila olahraga,. Seharian John akan merasa tidak sehat kalo paginya tidak diawali dengan berlari minimal 15km. Namun test kelenturan arteri jantungnya menunjukan angka 1800, dimana angka diatas 400 sudah berbahaya. Arterinya sudah sekeras tulang.

Lalu ada cerita seorang pelari lintas alam, Micah true, yang menulis buku berjudul Born To Run. Tinggal diantara penduduk indian asli utara Meksiko yang menjulukinya  "The White Horse" karena kemampuannya luar biasanya untuk berlari jarak jauh di tengah gurun. Micah meninggal pada usia 58 tahun saat melakukan lari rutinnya. Para dokter yang memeriksa post mortemnya menemukan bahwa otot jantung Micah rusak, bengkak dan menebal. Phidippides cardiomyopathy bahasa medisnya.

Phidippides adalah nama prajurit yang berlari 42 km dari Marathon ke  Athena tahun 490 SM yang langsung meninggal tepat di depan raja setelah mengabarkan kemenangan pasukannya, sedangkan Cardiomyopathy adalah penyakit otot jantung yang banyak diderita oleh maniak olahraga extreme, jauh, lama dan berintensitas tinggi. Pada awal terbentuknya mungkin tak menunjukan gejala, namun akhirnya menyebabkan mudah letih, detak jantung tak beraturan  nafas pendek, dan bengkak di kaki.

Dalam video itu juga ditunjukan banyak studi yang berkesimpulan bahwa berlari dengan intensitas tinggi dan lama justru membawa penyakit pada tubuh. the more is not the better.

Jadi bagaimana idealnya? Ya kayak lagu itu: yang sedang-sedang saja.

Menurut studi kepada lebih dari 14.000 pelari, dipelajari oleh peneliti selama bertahun-tahun,  dibandingkan dengan 38.000 non pelari (tidak berolahraga?), didapat kesimpulan bahwa bila kamu seorang pelari dan ingin mendapatkan keuntungan kesehatan dari olahraga lari, maka jarak ideal berlarimu adalah 25km/minggu tapi tidak lebih dari 40km/minggu, dengan pace diatas 7 menit/km, dan tidak tiap hari, idealnya 2 -- 5 kali per minggu.  Lebih jauh, lebih banyak atau lebih cepat dari itu justru merusak kesehatanmu.

Running too fast or too long is only gonna speed my progress towards my finish line of life, So I back it off, and hopefully enjoy more sunrises and sunsets. tutup Dr. James O'Keefe Jr.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x