Motulz Anto
Motulz Anto profesional

Pemerhati Kebijakan | Wacana Sosial |Pengamat dan Penikmat Kreativitas, Pelaku Kreatif | Ekonomi Kreatif | motulz.com | geospotter.org | motzter.com | motulz@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Lima Hal tentang "Delay" Berkaitan dengan Keselamatan Keamanan Penerbangan

12 April 2018   18:36 Diperbarui: 9 Mei 2018   13:42 1246 0 1
Lima Hal tentang "Delay" Berkaitan dengan Keselamatan Keamanan Penerbangan
Ilustrasi: shutterstock.com

"Pesawat delay!" adalah ungkapan khas di saat terjadi penundaan keberangkatan dalam penerbangan. Dalam situasi seperti ini penumpang biasanya langsung bereaksi kecewa tanpa berpikir bahwa penundaan ini dapat berkaitan dengan aspek keselamatan keamanan penerbangan. 

Seberapa sering sebuah maskapai menunda keberangkatannya pun akan menjadi momok bagi maskapai tersebut. Padahal tidak jarang penyebab dari tertundanya jadwal keberangkatan penerbangan itu diakibatkan oleh pihak lain atau masalah lain. 

Berikut ini 5 hal yang umum terjadi sebagai sebab terjadinya penundaan keberangkatan sebuah maskapai penerbangan:

delay (foto milik @motulz)
delay (foto milik @motulz)

1. Maskapai

Pihak maskapai adalah pihak yang paling sering kena semprot oleh penumpang dan warganet akibat kasus "pesawat delay". Mengapa? Wajar saja karena penumpang merasa berurusan langsung dan bayar tiket ke maskapai. Namun demikian penundaan keberangkatan memang bisa terjadi akibat masalah dari pihak maskapai. 

Penyebabnya bermacam-macam termasuk alasan cuaca, teknis, dan operasional. Delay karena alasan operasional ini misalnya menunggu penumpang dari connecting flightsebelumnya, atau misalnya menunggu perizinan flight plan. Hal-hal barusan tentu bisa berdampak pada jadwal keberangkatan penerbangan di jam-jam berikutnya.

2. Ground Support

Pihak ini nyaris tidak terlihat atau terabaikan oleh penumpang. Mereka adalah pihak yang menyediakan tangga penumpang, perangkat teknis pendukung pesawat, hingga mobil khusus penarik mundur pesawat. 

Sibuk dan padatnya jadwal penerbangan bisa berakibat pada tingginya permintaan perangkat bantu tadi. Dalam situasi ini biasanya pilot hanya bilang sebagai "masalah operasional" ke penumpang dan penumpang lagi-lagi hanya menganggap masalah ini adalah kesalahan maskapai.

Ground support (foto milik @motulz)
Ground support (foto milik @motulz)

3. Cuaca dan Bencana Alam

Untuk yang satu ini, saya yakin hampir semua penumpang paham dan maklum. Cuaca buruk - seperti hujan badai jelas menjadi kendala bagi penerbangan. Pertimbangannya jelas, yaitu alasan  keamanan penerbangan. Walaupun pada kenyataannya pesawat masa kini sudah begitu canggih dan dirancang sedemikian rupa untuk dapat mengatasi masalah cuaca buruk dengan bantuan komputer. Namun demikian seperti yang kita tahu bahwa dalam penerbangan masa-masa krusial itu ada tiga: saat take-off, saat landing, dan saat turbulance

Bagi pilot, maskapai, dan menara pengawas, mereka tidak mau ambil resiko pada ketiga situasi krusial tersebut. Begitu pun jika ada bencana alam seperti gunung meletus yang debu asapnya sangat membahayakan mesin pesawat terbang. Perubahan arah angin bisa mengubah arah debu erupsi dan hal ini sangat mempengaruhi jalur dan jadwal penerbangan.

(foto milik @motulz)
(foto milik @motulz)

4. Masalah Teknis

Masalah teknis adalah masalah yang sering kita dengar jika ada keterlambatan penerbangan. Namun demikian sebagai penumpang kita tidak boleh menyepelekan penundaan penerbangan yang diakibatkan oleh masalah teknis. Masalah teknis bisa bermacam-macam tingkatannya. 

Dalam situasi tertentu, masalah teknis bisa hanya masalah kecil yang dapat tertangani hanya dalam waktu beberapa menit penundaan, namun juga bisa sampai membatalkan penerbangan atau pindah pesawat. Dalam situasi permasalahan teknis ini jelas menjadi tanggung jawab maskapai sebagai pemilik pesawat.

Ilustrasi (foto milik @motulz)
Ilustrasi (foto milik @motulz)

5. NOTAM

Singkatan dari Notice To Airmen, atau pemberitahuan kepada penerbang. Semacam pesan yang dikirim oleh otoritas penerbangan yang diterima oleh pilot dan pihak berwenang yang berisikan sesuatu yang begitu penting atau yang berpotensi mengganggu keamanan penerbangan dalam perjalanan. 

Pemberitahun ini pesannya bisa bermacam-macam yang ujungnya adalah melakukan penundaan penerbangan bahkan pembatalan. 

Misalnya saja situasi gunung meletus seperti tadi, ada konflik atau perang mendadak di route yang akan dilalui penerbangan tersebut, atau sekedar ada situasi darurat dadakan yang berkaitan dengan keamanan penerbangan. Tidak jarang pula dalam situasi ini penumpang hanya melampiaskan kemarahannya pada maskapai.

Dari pemaparan di atas tentang delay atau penundaan keberangkatan penerbangan ternyata tidak semuanya harus disikapi dengan kejengkelan atau kemarahan. Beberapa hal ternyata dilakukan demi alasan keselamatan keamanan penerbangan. Hal tersebut ada baiknya juga menjadi perhatian penumpang bukan?