Media

Kabupaten morowali Penambang Galian C merusak lingkungan

2 Agustus 2017   02:00 Diperbarui: 3 November 2017   12:56 519 1 1
Kabupaten morowali Penambang Galian C merusak lingkungan
putusnya jembatan bahodopi

Mengecam tindakan truk penambang pasir dan kerikil yang merusak aliran sungai dan fasilitas umum di kecamatan bahodopi kabupaten morowali


Sejak berdirinya salah satu smelter terbesar di kecamatan bahodopi kabupaten morowali pada tahun 2015 yang kemudian pabrik smelter ini membutuhkan pasir dan kerikil untuk mengolah nikel maka banyak penambang lokal kecil  yang mendirikan kreser di sepanjang aliran sungai. 

penambangan pasir dan kerikil ini sudah sejak lama melakukan operasi dan bisa kita melihat dampak yang di timbulkan dalam hal lingkungan di pesisir sungai yang  semakin melebar yang sewaktu-waktu akan meluap kerumah-rumah masyarakat.

Dampak yang di timbulkan oleh penambang pasir dan kerikil ini  bukan saja membahayakan kehidupan masyarakat ketika aliran sungai meluap ke rumah- rumah akan tetapi sudah banyak meresahkan masyarakat karena mobil truk yang akan mengantar ke perusahan harus melewati perkampungan yang kemudian merusak jalan perkampungan dan fasilitas umum.

Sabtu 29 juli 2017 di kec.bahodopi Kab.morowali tepatnya di desa bahodopi telah terjadi kerusakan fasilitas umum yaitu jembatan sekitar 20 meter dari penambang pasir dan kerikil di perkirakan karena aktifitas tambang pasir yang mengunakan fasilitas jalan raya untuk mengangkut dan juga kemungkinan salah satu  dampak dari aliran sungai yang semakin meluas di sekitar jembatan.

aktifitas penambangan ini juga sangat meresahkan masyarakat sekitar karena melewati jalan transulawesi dan perkampungan yang kemudian mengahambat aktifitas masyarakat karena polisi udarah di timbukan karna aktiftas trek pengangku pasir dan kerikil.

Mungkin karna melihat peluang yang sangat besar bahwa pesisir sungai dapat menghasilkan banyak pasir dan kerikil yang kemudian mendatangkan keuntugan yang sangat besar,beberapa penambang pasir dan kerikil lokal mendirikan kreser  di sepanjang pesisir sungai memanfaatkan peluang itu sampai melupakan apa yang akan dia timbulkan dari aktifitasnya padahal dampak lingkungan sangat jelas. akan tetapi itu mungkin tidak menjadi soal tetapi kalau sudah menyakut hidup orang banyak dan merusak fasilitas negara karna melakukan pemuatan material pasir dan kerikil  mengunakan fasilitas negara setiap harinya itu mungkin sangat keliru.

Kemungkianan Putusnya jembatan dan meluapnya aliran sungai hanya salah satu dari berbagai dampak yang di timbulkan oleh penambang pasir dan kerikil tersebut ,belum lagi kerusakan jalan negara di areah perkampungan tiap-tiap desa  yang kemudian sangat merugikan negara dan menggangu aktifitas sehari-hari masyarakat kecamat bahodopi dengan aktifitas yang hampir 24 jam melewati kampung yang menyebabkan polusi udarah di masyarakat.

Meliahat dan memperhatikan dari berbagai dampak yang di timbulkan dari penambang pasir dan kerikil tersebut maka perlu adanya peninjauan kembali soal amdal oleh pemrintah setempat jangan samapai terlalu banyak menimbulkan kerugian yang di alami negara dan masyarakat serta pemrintah harus memperhatiakan dari segi hukum yang berlaku soal truk yang mengunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi seperti undang-undang no.38 tahun 2004 tentang jalan dan uu no.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan umum.