Mohon tunggu...
Monique Rijkers
Monique Rijkers Mohon Tunggu...

only by His grace

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sahabat Gus Dur, Sang Tokoh Yahudi Indonesia

9 Oktober 2015   14:46 Diperbarui: 9 Oktober 2015   15:10 0 5 5 Mohon Tunggu...

 

Mungkin belum banyak orang mengetahui sahabat Gus Dur ini. Dia adalah seorang pria keturunan Yahudi, yang menjadi pemimpin komunitas Yahudi di Indonesia di masa hidupnya. Saya menemui sahabat Gus Dur ini tahun 2012 silam. Menurut Pak Yan, begitu saya memanggilnya, perkenalannya dengan Gus Dur terjadi di Pujon, Malang. Pertemuan demi pertemuan merekatkan keduanya. "Gus Dur sering main ke rumah saya," ujar Pak Yan.

Dari foto-foto yang diperlihatkan oleh Pak Yan, saya sangat suka melihat foto Gus Dur berjalan kaki dengan Pak Yan. Gus Dur muda menenteng jasnya. Menurut Pak Yan, foto kebanggaannya ini berlokasi di Tel Aviv, Israel. Di rumah Pak Yan di Bekasi, sebuah lukisan dari foto tersebut dipajang di ruang tamu. 

Dari foto pula, kita mendapat gambaran kedekatan keduanya yang melampaui diri mereka sendiri. Dalam sebuah foto, terlihat keluarga Gus Dur berpose bersama keluarga Pak Yan beserta keluarganya saat mereka berlibur di luar negeri (Pak Yan menyebut nama negaranya). Kala itu Gus Dur dan Bu Shinta bersama anak-anak yang masih belia. Mbak Yenny pun belum berkerudung.

Saya yakin Gus Dur yang humoris, pasti sering bercanda dengan sahabatnya ini. Salah satu foto memperlihatkan ketika keduanya tertawa bersama.  

Sepertinya Pak Yan dan Gus Dur kerap bepergian bersama hingga ke luar Indonesia. Pak Yan mengaku mengajak Gus Dur ke Belanda. "Dia naik sepeda dengan aku. Dia bisa naik sepeda ya," tutur Pak Yan. Keduanya berada di Belanda karena Gus Dur meminta pertolongan Pak Yan untuk mempertemukan dengan seorang dari Kerajaan Kuwait (nama ada pada saya). Pak Yan mengurus pertemuan tersebut dan mengatur pertemuan di Belanda. Selama di Belanda, mereka kerap bersepeda bersama, berdiskusi dan tertawa sampai air mata keluar. Selain mempertemukan dengan orang Kerajaan Kuwait itu, dari foto-foto yang lain, ada beberapa tamu dari luar negeri yang juga bertemu Gus Dur atas peran Pak Yan. Salah satu foto yang saya peroleh adalah pertemuan dengan Presiden Israel periode 2000-2007 Moshe Katzav, seorang Yahudi kelahiran Iran.  

Pak Yan tidak memanggil Gus Dur dengan sapaan "Gus Dur" melainkan "Wahid" karena baginya Gus Dur adalah "nomor satu." Sejak lama, Pak Yan sering berkata kepada Gus Dur bahwa ia akan menjadi Presiden Indonesia suatu saat nanti. "Dia (Gus Dur) berpikir, you are joking, tidak mungkin! Hari ketiga dia jadi presiden, beliau dateng ke rumah aku. Kita celebrate bareng, padahal aku tinggal di rumah yang sangat sederhana," cerita Pak Yan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x