Mohon tunggu...
Monica Yessi
Monica Yessi Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

ini bio

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Media Sosial Path Tinggal Jejak Saja

7 Maret 2021   13:45 Diperbarui: 7 Maret 2021   14:38 61 1 0 Mohon Tunggu...

Kata artefak secara harfiah merupakan sebuah hal atau benda yang pernah tercatat dalam sejarah. Selain sebuah benda arkeologi, segala sesuatu yang pernah berada pada zaman dahulu, juga merupakan artefak. Budaya, teknologi, hingga tren yang pernah "hype" pada zamannya juga dapat disebut dengan artefak (Hamilton, 1997; 8). Artefak budaya merupakan budaya yang pernah berada di tatanan masyarakat, kemudian digantikan dengan budaya baru.

Menurut Jazila (2018) internet juga merupakan artefak budaya digital yang digunakan oleh masyarakat. Pada perkembangan internet menjadikan dasar dari wadah para penganutnya untuk melakukan hubungan sosial, hal ini disebut dengan media sosial. Media sosial atau social media memiliki makna yang terdiri dari kata social yang menggambarkan arti dari sosial atau interaksi antara individu-individu atau kemasyarakatan. Sedangkan, media menggambarkan wadah terjadinya interaksi antara individu-individu atau kemasyarakatan itu sendiri. 

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein dalam Sosiawan & Wibowo (2019) menyatakan bahwa, media sosial merupakan perkembangan dari media massa. Secara umum, media sosial menjadi media yang berorientasi memanfaatkan jejaring internet, sehingga membuat media sosial dapat disebut dengan media online.

Media sosial yang pernah naik daun pada akhir 2020 adalah Path. Media sosial ini didirikan pertama kali pada 2010 lalu di San Fransisco, Amerika Serikat. Path merupakan media sosial yang menyediakan wadah untuk menjalin relasi dan sifatnya terbatas (Setyowati, 2019). Sifat terbatas dalam media sosial Path mendapatkan antusias masyarakat dengan jangka waktu yang singkat. Pihak Path menyatakan, media sosial Path tutup pada 17 September 2018 (Setyowati, 2019).

Menurut Stuart Hall (1997), circuit of culture atau yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yaitu sirkuit budaya, hal ini membahas beberapa proses yang berkaitan dengan kultural yang terdiri dari lima aspek, antara lain representasi, produksi, regulasi, konsumsi, dan identitas. Stuart Hall (1997) menambahkan bahwa representasi menjadi praktik utama dalam proses produksi budaya dan kunci dalam circuit of culture yang kemudian membentuk pola hubungan antar kelimanya. Proses representasi menjadi suatu proses produksi makna melalui bahasa. Dalam hal ini, circuit of culture, makna akan muncul dan diciptakan melalui beberapa aspek yang berbeda dan dilakukan melalui proses yang berbeda.

Representasi menjadi salah satu faktor atau unsur penting dalam circuit of culture, representasi merupakan informasi tentang cara menampilkan orang tertentu, kelompok tertentu, gagasan atau pendapat dalam kelompok masyarakat. Jika berangkat dari kasus media sosial Path, Path memiliki representasi eksklusif. Secara sederhana, media sosial Path merupakan media sosial yang eksklusif dikarenakan aktivitas yang dilakukan dalam media sosial Path hanya dapat dilihat oleh konsep utama media sosial Path yang berfokus pada pertemanan terbatas (Setyowati, 2019). Sifat eksklusif yang tercerminkan dari jargon Path "Beautiful, Private Sharing" tidak mendapatkan antusias yang cukup dari pengguna media sosial, oleh sebab itu Path dinyatakan tutup pada 2018.

Daftar Pustaka 

Hall, Stuart (Ed). (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Hamilton, P. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices (Vol. 2). Sage.

Jazila, S. (2018). Digital Style Leadership Video Blog (Vlog) President Joko Widodo: In The Public Digital Space Preparation Jurgen Habermas

Setyowati, D. (2019). Dari path hingga google+, daftar media sosial yang tutup pada 2018. Diakses dari https://katadata.co.id/pingitaria/digital/5e9a5577d7e12/dari-path-hingga-google-daftar-media-sosial-yang-tutup-pada-2018

VIDEO PILIHAN