Mohon tunggu...
mommy fox
mommy fox Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis Desa

Bismillah, everythng is okay

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pidato Prabowo Subianto di IISS, Indonesia Mendukung China?

8 Agustus 2022   14:56 Diperbarui: 8 Agustus 2022   15:08 466 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Indonesia yang sebelumnya sudah mengikuti kontestasi Pemilu capres-cawapres sebanyak 3 kali yaitu tahun 2009 (saat itu menjadi cawapres dari capres Megawati), tahun 2014 (menjadi capres dengan cawapres Hatta Rajasa), tahun 2019 (menjadi capres dengan cawapres Sandiaga Uno), dan dari ketiganya pula Prabowo kalah. 

Jika di tahun 2024 mendatang Prabowo Subianto kembali maju dan mencalonkan diri, maka ia sekaligus menjadi orang pertama di RI yang sudah mencalonkan diri sebanyak 4 kali di pesta demokrasi. Nama Prabowo Subianto sudah tidak asing, ia pernah bergabung dengan Partai Golkar hingga kemudian mendirikan Partai Gerindra di tahun 2008.

Sekretaris Jenderal dari Partai Gerindra sudah menyatakan bahwa Partai Gerindra hanya akan mengusung calon tunggal di pemilu 2024, yaitu Prabowo Subianto. Partai Gerindra juga mengatakan fokusnya saat ini adalah melakukan konsolidasi internal dan penguatan partai.

Kini, Prabowo Subianto adalah orang penting dalam kabinet Joko Widodo yang menjadi rivalnya dalam pemilu 2019. Kinerja Prabowo untuk menjadi Menteri Pertahanan disebut-sebut cukup baik.

Yang sedang hangat baru-baru ini adalah pidato Prabowo Subianto di forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2022 dengan tema "Managing Geopolitical Competition In A Multipolar Region". Keberadaan Prabowo disambut lantaran Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam upaya menjaga perdamaian dunia yang sejalan dengan pembukaan UUD 1945.

Prabowo Subianto juga sebagai pembicara di forum IISS itu. Pada forum tersebut, Prabowo berbicara tentang pentingnya peran Indonesia dalam geopolitik indocina yang menyebabkan negara-negara jajahan berhasil merdeka dari jerat imperialisme dan kolonialisme.

Dalam pidato yang disampaikan bernuansa Bung Karno tersebut, Prabowo Subianto mengingatkan penjajahan dan eksploitasi yang dilakukan bangsa barat ("Bahwa Asia Tenggara dan juga Asia selama ratusan tahun merupakan persimpangan imperialisme, didominasi kekuatan besar, dieksploitasi, dijarah habis-habisan").

Juga tentang persaingan barat dan kebangkitan kekuatan China di dunia ("Kami mengerti kompetisi dan rivalitas antara kekuatan dunia yang sudah mapan dan kekuatan dunia yang sedang bangkit"). 

Dan juga tentang China yang sejak dulu merupakan kekuatan sentral di Asia selama ribuan tahun ("Tetapi untuk Asia, China selalu merupakan kekuatan atau negara besar selama ribuan tahun. Masyarakat kita, budaya kita banyak mendapat pengaruh dari China").

Prabowo juga mengatakan: "Pengalaman kita bersama didominasi oleh negara Barat, diperbudak, dieksploitasi..."

Dan Prabowo mengatakan hal yang bisa dibilang sangat berani, ia berkata bahwa Indonesia tidak mendukung Aliansi Amerika, Inggris, dan Australia (AUKUS) karena bisa membuat negara lain merasa terancam. ("Kami tidak percaya pada aliansi yang di akhir cerita juga bisa mengancam negara lain"). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan