Mohon tunggu...
mommy fox
mommy fox Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis Desa

Bismillah, everythng is okay

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kenalan Dengan Cacar Monyet atau Monkeypox yang Sudah Masuk Indonesia

4 Agustus 2022   15:27 Diperbarui: 5 Agustus 2022   15:08 36 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Teruntuk yang lahir setelah tahun 1990, wabah Covid-19 adalah hal baru. Suatu penyakit muncul kemudian dalam waktu yang cukup pendek menyebabkan banyak kematian. Pandemi Covid-19 menjadi badai untuk semua aspek kehidupan manusia. Mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga sosial semua menjadi berantakan. Di Indonesia saja per 4 Agustus 2022, setidaknya 157ribu jiwa meninggal dunia akibat Covid-19. Dan ada 6,41 juta orang yang meninggal dunia di seluruh dunia karena Covid-19.
Adanya pandemi, membuka banyak tabir. Mulai dari fase denial hingga collapse kemudian kini kasus sudah melandai. Manusia menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Ada juga yang memanfaatkan pandemi untuk panggung politik. Semua konflik menyatu, dan akhirnya badai pandemi itu sudah bisa terlewati walau beberapa waktu sempat kasus Covid-19 naik dan turun di beberapa wilayah.

Namun, baru mau bernapas lega, kini Indonesia kembali geger karena virus cacar monyet atau monkeypox. Beberapa waktu lalu WHO menyatakan cacar monyet atau monkeypox menjadi Status Darurat Kesehatan. Banyak yang sudah mulai menyimpulkan cacar monyet atau monkeypox ini kemungkinan akan menjadi wabah seperti Covid-19.
Sementara Kemenkes RI masih belum menyatakan sikap. Mungkin sebentar lagi cacar monyet atau monkeypox ini akan dinyatakan sebagai KLB. KLB atau Kejadian Luar Biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian sakit dan kematian yang bermakna epidemiologi di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Kejadian Luar Biasa bisa ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah atau Kemenkes saat keadaan suatu wilayah memenuhi salah satu kriteria yang ditetapkan dalam Permenkes, tujuannya tentu saja untuk penanggulangan yang sudah diatur juga di Permenkes.
Sayangnya, hingga saat ini Kemenkes hanya melakukan sosialisasi biasa tentang cacar monyet atau monkeypox di media sosial saja. Padahal sudah ada satu suspek penderita monkeypox di Jawa Tengah. Banyak masyarakat yang takut cacar monyet atau monkeypox akan berubah menjadi seperti Covid-19. Seharusnya Kemenkes melakukan sosialisasi yang lebih masif dan benar-benar mengedukasi masyarakat tentang penularan dan pencegahan, agar kejadian awal pandemi Covid-19 tidak terulang. Tentang bagaimana pejabat 'meremehkan' Covid-19 sehingga masyarakat banyak yang abai.

Saat ini, setidaknya sudah ada lebih dari 18 ribu kasus cacar monyet atau monkeypox di dunia dengan sebaran di setidaknya 78 negara. Selain Covid-19 dan cacar monyet atau monkeypox, ternyata banyak penyakit yang menjadi wabah di dunia, diantaranya; Pes, Kolera, Flu Spanyol, HIV/AIDS, Flu Babi, dan Ebola. Dalam menghadapi wabah-wabah tersebut, penanganannya berbeda namun yang jelas wabah-wabah itu mematikan.
Kali ini, yang menjadi musuh dunia adalah cacar monyet atau monkeypox.
Dari berbagai sumber mengatakan cacar monyet atau monkeypox ini sama seperti Covid-19 yaitu virus yang disebabkan oleh hewan. Jika Covid-19 disebabkan oleh kelelawar, cacar monyet atau monkeypox adalah dari hewan seperti monyet dan hewan pengerat terjadi melalui kontak langsung atau mengkonsumsi daging hewan yang terkontaminasi. Seputar cacar monyet atau monkeypox bisa dibaca di sini.

Lalu, mengapa banyak juga yang mengatakan bahwa cacar monyet atau monkeypox ini dikaitkan dengan gay?
Pada awalnya, pada Mei 2022 di Inggris ada peringatan pada kelompok gay dan biseksual untuk lebih waspada pada penularan cacar monyet atau monkeypox, hal itu dilakukan karena mayoritas yang tertular monkeypox di sana adalah gay dan biseksual.
Namun hal ini dibantah oleh banyak pihak, penularan cacar monyet atau monkeypox bukan dan tidak dideteksi karena kelompok tertentu, penularan terjadi lewat kontak kulit dan cairan tubuh. Maka, bisa dikatakan bukan hanya kelompok gay dan biseksual yang  bisa mudah terjangkit, namun juga orang-orang yang melakukan hubungan seks bebas karena memungkinkan terjadinya sentuhan kulit dan cairan tubuh.
Selain itu, masa inkubasi cacar monyet atau monkeypox cukup panjang hingga seseorang merasa dirinya terjangkit, sehingga dalam masa yang cukup panjang orang tersebut bisa kemudian menularkan virus kepada orang lain.
Penularan cacar monyet atau monkeypox bukan semata karena masalah seksual, kelompok lain atau siapapun memiliki kemungkinan yang sama untuk ditulari dan menularkan.

Dengan adanya satu kasus di Jawa Tengah, Dinkes maupun Kemenkes harusnya bergerak cepat. Jangan meremehkan seperti Covid-19. Satu kasus saja cukup untuk dapat melakukan sosialisasi masif dan edukasi besar-besaran. Tipikal masyarakat Indonesia yang tidak belajar banyak melalui pandemi seharusnya bisa menjadi peringatan keras bahwa kultur tentang waspada wabah dan mencegahnya juga cukup sulit untuk diterapkan. Gandeng semua lini untuk sosialisasi dan edukasi, jangan sampai pandemi lagi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan