Mohon tunggu...
Yakobus Molo Dini
Yakobus Molo Dini Mohon Tunggu... Data Diri

Berjalan sambil Menuai

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kisah Cinta Aek Soman dan Uruk Soman

22 Maret 2020   19:02 Diperbarui: 22 Maret 2020   19:07 26 1 0 Mohon Tunggu...

Pada jaman dahulu di wilayah Bani-Bani  yang luas termasuk gunung Ai Niut (Oelolok) hiduplah sebuah keluarga raja dengan tiga orang putri. Keluarga raja tersebut merupakan cucu  dari Raja Uis Klau Ao Tias dengan tiga orang anak Putrinya yakni Aek Noin, Uruk Noin dan Bano Noin. Uis Klau Ao Tias  merupakan Raja Amanas dari Suku Abukun. Ketiga Putri Raja itu menurunkan tiga orang putri Raja yakni Aek Soman, Uruk Soman dan Bano Soman.

Pada suatu hari seorang pemuda dari Ai Niut bernama Uis No Makao datang melamar Uruk Soman. Maka terjadilah pertengkaran antara Aek Soman dan Uruk Soman. Dimana Aek Soman tidak mau kalau Uruk Soman yang merupakan adik kandungnya harus bersuami duluan dan melanggar dirinya. Sebab dirinya yang lahir duluan bukan Uruk Soman maka ia tetap pendirian untuk mengawini Uis No Makao. 

Adiknya harus mengalah terhadap kakaknya sebagai yang sulung. Bahkan orang tuanya menyetujui kalau Aek Soman yang harus duluan bersuami. Sementara Uis No Makao mengingini Uruk Soman sebagai pendamping hidupnya.

Kejadian itu membuat hati Uruk Soman menjadi sedih dan murung akibat cintanya akan Uis No Makao harus beralih kepada Aek Soman yang adalah kakak kandungnya. 

Hari-hari hidupnya terasa pedis bila dirasakan dan terasa mendung bila dilalui. “Apa daya saya seorang adik yang cintanya dialihkan. Bukankah Uis No Makao hendak melamarku”, tanya dirinya dalam hati. Bahkan dirinya pasrahkan cintanya kepada sang kakak kalau memang itu jodohnya. Tetapi kalau bukan jodohnya pasti cinta yang tumbuh dari Uis No Makao dan dirinya akan lekat erat bagaikan air  dengan tanah.

Suatu hari Uis No Makao bertamu di istana mereka dan kedapatan Uruk Soman tengah murung akan nasibnya. Lalu bertanyalah Uis No Makao kepada Uruk Soman, katanya: ”Apa yang tengah kamu pikirkan saat ini?”. Namun tak sepatah katapun yang keluar dari mulut Uruk Soman. 

Melihat keadaan itu Uis No Makao mulai mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di istana Kerajaan Bani-Bani. Dalam hatinya ia berkata: “Ini pasti mereka memaksakan Uruk Soman untuk menolak cintaku dan mengalihkan cintaku kepada kakaknya. Sehingga kelakukan Uruk Soman seperti itu karena dia tidak seperti itu”.

Uis No Makao mencari jalan terbaik agar tidak terjadi perkelahian antar dua putri raja itu tetapi keduanya harus sama-sama puas. Karena ia mengetahui Uruk Soman pintar menenun maka ia memutuskan untuk menguji kedua putri itu dalam menenun Bete Krao.  Akhirnya Uis No Makao bertemu dengan Aek Soman dan Uruk Soman untuk mengungkapkan apa yang ia pikirkan kepada kedua putri raja itu. 

“ Tua Aek Soman dan Tua Uruk Soman, saya memang suka dengan kamu berdua. Tetapi saya bingung untuk menjatuhkan pilihan cintaku yang sebenarnya kepada siapa?”, tanya Uis No Makao kepada  kedua Putri Raja itu.  

Maka saya minta kamu berdua untuk melewati ujian dulu dan siapa diantara kamu yang lebih cepat selesai maka dia yang berhak menjadi istriku, demikian tanya Uis No Makao. Lalu kedua Putri raja itu bingung dan mendesaknya agar memberitahukan apa yang harus diujikan dengan bertanya, ”Uis No Makao, apa yang kami harus lakukan? Tanya keduanya makin dekat dengan kepada Uis No Makao. 

Akhirnya kepada keduanya Uis No Makao mengatakan bahwa: ”Kamu berdua harus menenun Bete’ Krao dan siapa yang lebih cepat selesai menenun maka dia berhak menjadi istriku”. Mendengar perkataan itu Tua Aek Soman menjadi sedih sebab dirinya sendiri belum terlalu mahir dalam menenun. Tetapi dirinya yakin bahwa Uis No Makao akan menjadi miliknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x