Mohon tunggu...
Yakobus Molo Dini
Yakobus Molo Dini Mohon Tunggu... Guru - Data Diri

Berjalan sambil Menuai

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pegadaian yang Menggoda

5 April 2019   13:25 Diperbarui: 5 April 2019   16:20 60
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Hari kemarin telah pergi dan hari ini datang lagi. Keesokan hari akan datang dalam keheningan waktu. Datang membawa sejuta problem hidup bervariasi. Bagai sajian menu yang bervariasi setiap waktu

Tak terasa kantong kantong rupiah pun pergi

Ditanya bendahara keluarga pun habis terpakai

Tetes keringat mengalir bagai mandi dikala senja

Entah kemana aku pergi mendapatkan sedekah cukup sehari kan merayu

 

Denyiut nadi berlari memburu waktu demi rejeki sehari

Disaat itu ibu membangunkan aku dikala lupa

Seutas rantai hasil keringat dulu jadi sandaran akhir tersayat

Bekal 5,0 gram menuju Pegadaian yang menggadai jiwa dikala menggoda

Aku pun tersenyium menerima setumpuk rupiah penyambung jiwa yang merana

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun