Mohon tunggu...
Misda Alfarizqi
Misda Alfarizqi Mohon Tunggu... HambaAllah

Selalu berusaha istiqomah diatas manhaj yang haq

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Perbandingan Fatwa Organisasi Indonesia Terkait Hukum Rokok

10 Oktober 2019   04:33 Diperbarui: 10 Oktober 2019   12:53 0 0 0 Mohon Tunggu...

Bismillah was shalatu was saalamu 'ala rasulillah, Amma ba'd

Apa kabar saudara seiman ku? Semoga Allah azza wa jalla senantiasa memberikan kesehatan untuk kita semua, amin (y)

Sekedar pengetahuan dalam menuntut ilmu yang haq, Sebelum nya saya pribadi mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam tulisan singkat ini, tidak ada maksut mencemari nama baik organisasi islam di indonesia, saya hanya akan merangkum perbedaan fatwa menganai hukum-hukum halal haramnya sesuatu. dengan demikian dikemudian hari kita dapat lebih waspada dalam berbuat karena segala sesuatu akan dimintai pertanggung jawaban masing-masing di hadapan Allah azza wa jalla.

 Singkat saja, saya akan memaparkan perbedaan hukum halal haram dari 3 organisasi keagamaan  indonesia yaitu  Muhammadiyah, Nahdlatul  Ulamak, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan pendapat ustadz madzhab Hanafy, Maliki, Syafi'i, Hanbali.

*Hukum Merokok, yups sampai sekarang perbedaan pendapat mengenai merokok masih saja asyik di bahas. Itu semua karna dari jaman dahulu nenek moyang kita doyan rokok, Bahkan kaum hawa yang sudah sepuh (lansia) banyak yang merokok, Katanya sih gantinya "kinang" kao orang jawa pasti tau tuh kinang :D, Oke langsung saja (y)

Muhammadiyah : Dalam hal rokok muhammadiyah mutlak menghukumi bahwa rokok HARAM berdasarkan dalil Alqur'an Al Karim (Q.7:157) ,Q.2:195 dan 4:29 , 17: 26-27. Pada intinya membahayakan bagi kesehatan bagi perokok aktif dan pasif, Artinya teman sebelah kita pun terkena dampak nya yaa :)

LDII : Ketika antum buka website LDII Lampung mengenai hukum rokok, di akhir paragraf antum akan menjumpai tulisan "

Warga LDII itu tidak merokok. Jika dijumpai seseorang merokok maka dia bukan Warga LDII", Wow Jelas sekali kan, tidak berbelit kerana pendapat LDII sama persis dengan fatwa majlis tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah Pusat.

Nahdlatul Ulamak : Lembaga bahtsul Masail PBNU memberikan 3 status hukum rokok, tentu dengan situasi dan kondisi yang berbeda mubah, makruh dan haram. KH.Said Aqil Siradj ketua PBNU berpendapat hukum asal merokok adalah mubah (boleh), Makruh (mendekati haram tetapi masih di bolehkan) jika mengkonsumsi secara berlebihan, dan menjadi HARAM apabila menimbulkan dampak negatif bagi si perokok. Perlu diketahui fatwa PBNU hampir mirip dengan keputusan MUI.

Ibnu Allan (Madzhab Syafi'i)

As Sanhury (Madzhab Maliki)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2