Mohon tunggu...
Mohammad Maftuh
Mohammad Maftuh Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Prodi Arsitektur-Untag Surabaya

Belajar tanpa batas

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Dosen Untag Tingkatkan Produktivitas Produk Olahan Laut Nelayan Surabaya

20 September 2022   01:05 Diperbarui: 20 September 2022   01:11 54 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tempat penjemuran vertikal multifungsi menjadi solusi terbaru dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi olahan laut masyarakat nelayan di Surabaya. Program tersebut merupakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang mendapatkan pendanaan tingkat nasional dari Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2022 Program Pengabdian Kepada Masyarakat. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Febby Rahmatullah Masruchin, S.T., M.T selaku ketua dari Dosen Program Studi Arsitektur Untag Surabaya berkolaborasi dengan 2 program studi lain yaitu Dra. Ratnaningsih Sri Yustini, M.M. dari Program Studi Manajemen dan Naufal Abdillah, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan ini juga melibatkan 2 Mahasiswa dari Program Studi Arsitektur yaitu Natanael Dirgantara Putra Yuwono dan Adi Prayogo yang nantinya akan dikonversi ke beberapa Mata Kuliah dalam Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh Febby Rahmatullah Masruchin yang sering berwisata atau bersantai di Pantai Kenjeran dan Perkampungan Nelayan di Sekitarnya. Dia melihat banyak masyarakat yang menjemur produk hasil olahan laut di tepi jalan yang berpotensi mengakibatkan 2 permasalahan yaitu mengganggu sirkulasi kendaraan dan produk yang dijemur tersebut dapat berpotensi terkena debu dan asap kendaraan bermotor. 

Sebelum melakukan pengusulan pendanaan tingkat nasional tersebut, Febby Rahmatullah Masruchin melakukan survey dan berkenalan dengan salah satu masyarakat yang memproduksi olahan laut yaitu UMK Aisyah yang dimiliki oleh Aisyah Fujiati Mahfiro. "Masyarakat di perkampungan nelayan memiliki keterbatasan tempat untuk melakukan penjemuran, sehingga mayoritas menjemur di sisa lahan tepi laut dengan tempat penjemuran bambu dan di jalan raya. 

Produk yang dijemur juga tidak bisa banyak karena tempatnya terbatas" Kata Aisyah Fujiati Mahfiro di rumah produksinya. Aisyah Fujiati Mahfiro merupakan salah satu produsen olahan laut di perkampungan nelayan Sukolilo serta memiliki stand penjualan produk olahan laut di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran Lama. Berdasarkan permasalahan tersebut Febby Rahmatullah Masruchin beserta 2 dosen lainnya memberikan solusi yang diusulkan melalui program pendanaan nasional terkait tempat penjemuran vertikal multifungsi yang dilaksanakan sejak bulan Mei 2022 hingga sekarang (9/8).

Tempat penjemuran vertikal multifungsi dapat memberikan solusi untuk meningkatkan kuantitas hasil penjemuran produk olahan laut. Kondisi saat ini masyarakat melakukan penjemuran secara horizontal dan memakan banyak tempat. Hal ini diselesaikan dengan penataan tempat penjemuran secara vertikal, sehingga di lahan yang sama masyarakat dapat menjemur produk lebih banyak. 

Desain tempat yang dibuat memiliki 5 tingkat, sehingga masyarakat dapat meningkatkan produksi / penjemuran hingga 5 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Setiap rak memiliki jarak 40 cm, sehingga proses pengeringan dapat dilakukan melalui bantuan panas matahari dan angin. Terdapat 4 tempat penjemuran dan ditempatkan di lahan milik keluarga Aisyah Fujiati Mahfiro yang terletak di tepi laut agar bisa digunakan bersama. "Alhamdulillah kami sekeluarga menyambut baik program ini dan kami berencana membangun tempat produksi dan gudang di samping tempat penjemuran agar proses produksi berjalan maksimal" kata Aisyah Fujiati Mahfiro (9/8).

Tempat penjemuran vertikal multifungsi juga dapat meningkatkan kualitas hasil penjemuran produk olahan laut. Jika sebelumnya penjemuran diletakkan di tepi jalan dan berpotensi tidak higienis karena dapat terkena debu dan polusi kendaraan, maka permasalahan tersebut saat ini dapat dihindari dan bisa lebih higienis. Hal ini dikarenakan tempat penjemuran diletakkan di depan rumah atau lahan kosong tepi laut yang tidak terkena polusi kendaraan bermotor. 

Selain itu, jika terjadi hujan biasanya masyarakat akan langsung bergegas untuk mengangkat tempat penjemurannya yang terbuat dari bambu dan meletakkan di tempat teduh, setelah hujan baru dijemur kembali. Hal ini mengakibatkan produk menjadi lembab karena tidak lekas kering sehingga dapat menurunkan kualitas produk. "ketika kami menggunakan tempat penjemuran vertikal ini, ketika terjadi hujan dapat langsung ditutup menggunakan penutup atas dan samping sehingga tidak perlu bolak-balik mengangkat seperti dahulu dan lebih praktis. Disitu juga masih bisa terjadi proses pengeringan dari bantuan angina laut" tutur Aisyah Fujiati Mahfiro yang sedang mempraktikkan proses menjemur dengan memasukkan tempeh bambu berisi produk olahan laut ke dalam tempat penjemuran vertikal (9/8).

Febby Rahmatullah Masruchin mengatakan bahwa ini merupakan salah satu Teknologi Tepat Guna karena desainnya sederhana dan dapat dibuat sendiri dengan mudah dan murah oleh masyarakat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan