Mohon tunggu...
mohamad bajuri
mohamad bajuri Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru bloger

Tenaga pendidik di MTsN 3 Kebumen Jateng

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Makna Ramadan dan Ramadan bermakna

1 April 2023   13:04 Diperbarui: 1 April 2023   13:23 888
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Suasana senja di Masjid IAIN Salatiga.Dokpri

Tak terasa sudah seminggu lebih umat Islam melaksanakan puasa Ramadan. Lebih tepatnya hari ini Kamis, 1 April 2023 mereka memasuki ibadah puasa yang ke-10 di bulan Ramadan.

Datangnya bulan ini sungguh sangat dinantikan oleh umat Islam. Dulu sebelum datangnya bulan Ramadan ini mereka berharap kepada Tuhan untuk disampaikan umurnya hingga menjumpai Ramadan tahun depan. Maka tak ayal lagi mereka menyambutnya dengan penuh suka cita.

Kebiasaan umat Islam menyambut kedatangan bulan Ramadan setiap daerah berbeda-beda. Ada yang melakukan mandi bersama sebelum memasuki bulan Ramadan. Seperti kebiasaan Balimau yang dilakukan masyarakat Minangkabau. Balimau yaitu mandi dengan jeruk nipis yang dilakukan di sungai atau sumber air. Niatnya yaitu membersihkan diri dan meluruskan hati dalam memasuki bulan Puasa. Sementara di Riau dan Lampung umat Islam melakukan mandi Taubat menjelang bulan suci Ramadan.

Baca juga: Pesan Ramadan

Bulan Ramadan yang banyak dinantikan kehadirannya oleh umat Islam ini belum tentu mereka tahu apa makna bulan Ramadan. Penulis pernah menanyakan hal ini pada murid di kelas. Sebagian besar mereka tidak mengetahuinya. Hanya beberapa anak yang tahu makna bulan Ramadan, sementara yang tahu bisa dihitung dengan jari.

Ramadan mempunyai makna pembakaran dosa. Kata Ramadan berasal dari kata “ ramidla” yang artinya panas. Para ulama menjadikan makna panas dengan arti membakar. Sehingga Ramadan diartikan dengan pembakaran dosa atau penghapusan dosa bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadan.

Sedangkan kata puasa adalah arti dari kata “shiyam” (bahasa Arab) yang menurut bahasa Indonesia artinya menahan diri. Menurut syara’, puasa adalah menahan diri dari makan minum, hubungan badan, dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat hanya karena Allah.

Bagaimana agar puasa di bulan Ramadan bermakna, tidak hanya merasakan lapar dan dahaga saja. Sebagaimana hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ath Thobrony dalam Al Kabir yang artinya,”Betapa banyak orang melakukan puasa namun ia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut selain rasa lapar dan dahaga.”

Memang diakui bahwa kondisi badan orang sedang melakukan puasa berbeda dengan yang tidak puasa. Sebagian orang akan merasakan lemah fisik. Kekuatan tubuhnya menurun ketika sedang berpuasa. Orang yang sedang berpuasa juga akan diserang rasa haus dan lapar. Sebagian orang akan merasa malas yang menyebabkan enggan melakukan aktivitas. Akhirnya orang yang merasa malas akan menghabiskan waktu berpuasanya dengan tidur.

Tentunya banyak cara agar umat Islam dapat meraih keberkahan di bulan Ramadan mulia ini. Keberkahan ini akan diperoleh dengan cara diusahakan bukan diharapkan saja. Jadi keberkahan atau kebaikan bulan Ramadan diperoleh dengan melakukan amal baik di luar puasa itu sendiri.

Menurut Penulis agar Ramadan bermakna, maka lakukan beberapa tips berikut ini:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Tebar Hikmah Ramadan Selengkapnya
Lihat Tebar Hikmah Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun