Mohon tunggu...
Mohamad AlifBastomi
Mohamad AlifBastomi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Dalam masa pencarian.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cinta Bukan Soal Janji

28 Oktober 2022   01:14 Diperbarui: 28 Oktober 2022   01:18 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Pada sore hari yang cerah mereka berada di pinggir pantai yang indah ditemani suara ombak dan panorama alam yang terhias oleh mentari yang mulai tenggelam di ufuk barat. Romi dan Santi dengan perasaan yang bahagia sedang duduk berdua dengan beralaskan tikar sambil melihat jauh kearah pantai dengan suasana yang begitu syahdu.

Mereka adalah dua insan yang saling mencintai. Santi duduk di sebelah kanan Romi sambil menyender di bahu kanan Romi dan Romi pun menaruh pipinya menyentuh rambut Santi. Santi berkata kepada Romi, "Mas Romi, apakah kamu sungguhan cinta padaku?". Tentunya Romi menanggapi dengan serius dan romantis, "Tidak ada alasan untuk aku tidak mencintaimu, semua rasa dalam hatiku telah penuh dengan segala pesonamu".

"Cinta adalah tentang bukti, bukan hanya janji-janji."

Delapan tahun telah berlalu sejak awal mereka bertemu pada masa-masa SMA. Hubungan cinta antara keduanya telah berjalan begitu lama, namun masih saja belum ada ikatan diantara mereka, jangankan untuk sebuah pernikahan bahkan pertunanganpun tak kunjung dilakukan.

Santi dengan segala kegelisahan, batinnya selalu penuh pertanyaan, "Apakah mas Romi benar mencintaiku, atau kata-katanya hanya manis dimulut saja?". Sudah lama mereka menjalin hubungan kasih, namun Romi tak kunjung memberikan tanda keseriusan untuk meminang Santi sebaga seorang istri. 

Sebelum-sebelumnya, Romi tak pernah serius ketika membahas soal pernikahan, dia terus saja mengatakan bahwa saat ini belum waktunya dan dirinya belum siap untuk hal itu, namun Romi berjanji suatu saat dia akan menikahi Santi. 

Hal itulah yang malah membuat Santi merasa dipermainkan oleh Romi yang seakan penuh keraguan terhadap cintanya keapada Santi. Kemudian secara spontan setelah Romi mengatakan bahwa dirinya mencintai santi, santi berkata, "Mas, coba kamu pikir, delapan tahun bukan waktu yang sebentar, apa kamu gak kepengen kita segera menikah?", ujar Santi dengan raut cemberut dan sedikit kesal pada Romi. 

Mereka telah berpacaran selama delapan Tahun, sejak duduk di bangku SMA dan sekarang sudahlah cukup waktu yang mereka habiskan berpacaran seperti abg labil yang tanpa sedikitpun bukti kepastian. Sudah cukup dewasa bagi Romi dan Santi untuk melangkah kepada jenjang yang lebih serius yaitu suatu pernikahan. Segala hal romantis yang selama ini mereka lalui, menimbulkan rasa cinta yang begitu dalam diantara keduanya.

Memang normal rasanya, hati gelisah bila cinta seakan digantung tanpa kejelasan. Meskipun Romi selalu mengatakan bahwa dia sangat sungguh mencintai Santi, namun adalah suatu hal yang wajar apabila seorang perempuan meminta lelaki yang menjadi kekasihnya memberikan bukti cinta yang akan menjadikan mereka akan hidup bersama selamanya.

Singkat cerita pada sore itu, setelah Santi dan Romi mencapai puncak pembicaraan tentang pernikahan yang pada intinya Santi meminta Romi untuk segera melamar dirinya dan bicara serius kepada orang tua Santi. Romi telah berbicara banyak hal kepada Santi, dan pada akhirnya keinginan Santi kali ini di indahkan oleh Romi. 

Ia berjanji akan sesegera mungkin membawa orang tuanya ke rumah Santi untuk menyatakan lamaran. Kemudian, mereka pulang dari pantai itu dengan hati yang  penuh dengan kebagaiaan dan gejolak cinta yang sebelumnya biasa saja, kali ini memuncak bagai hari pertama pada saat mereka bertemu dan jatuh cinta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun