Mohon tunggu...
Mohamad Gozali
Mohamad Gozali Mohon Tunggu... Guru - Pendidik di Madrasah Ibtidaiyah

Di dalam sejuta wajah, terpikat keunikan luar biasa. https://bangsaremukan.blogspot.com https://antiquecarcorner.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Membaca: Pintu Menuju Ketenangan

18 Agustus 2023   17:01 Diperbarui: 18 Agustus 2023   17:07 174
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Input sumber gambar: https://pxhere.com/id/photo/493363

Salam hangat untuk para pencinta kata-kata dan petualangan pikiran! Pada zaman yang semakin bergerigi ini, membaca telah menjelma menjadi lebih dari sekadar memperluas wawasan. Bagi jiwa yang haus akan kedamaian, membaca menjadi sebuah oase pencerahan dan hiburan yang menyejukkan. Dalam setiap lembarannya, terbentang dunia baru yang siap mengajak kita berdansa jauh dari hiruk-pikuk rutinitas.

Pernahkah Anda merasa seperti burung dalam sangkar, terperangkap oleh tumpukan pekerjaan yang tak ada habisnya? Terkadang, pikiran kita seperti layangan yang terlalu lama terbang bebas, lalu direnggut oleh kewajiban dan tugas-tugas yang menumpuk. Seperti hantu modern, pekerjaan datang menghantui, tidak hanya dalam ruang kantor, tetapi juga mengintai melalui pinggiran layar digital. Handphone yang semula menjadi jendela ke dunia, kini malah menjadi pintu masuk bagi arus tugas tak berkesudahan.

Saya tak bisa tidak setuju, teman-teman. Era ini membawa kita pada relung kelelahan yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Jika dahulu pikiran hanya sekadar mampir di kantor dan pulang bersama matahari terbenam, kini ia terjebak dalam labirin digital yang mengharuskan kita tetap siaga. Suara telepon genggam tak lagi hanya menyampaikan sapaan hangat, melainkan juga bisikan-bisikan pekerjaan baru yang menanti.

Namun, mari kita renungkan bersama. Dalam hingar-bingar kehidupan ini, adakah oase ketenangan yang bisa kita raih? Bagi sebagian, olahraga adalah kawan setia yang menyegarkan badan dan pikiran. Namun, tak semua memiliki hasrat pada aktivitas fisik ini. Bagi mereka yang lebih senang berdiam diri di sudut kamarnya, ancaman stres bisa mendekati seperti badai yang menghantam.

Saudara-saudariku yang penuh semangat,

Adakah di antara kita yang tidak pernah merasakan getaran stres? Bukankah hidup kadang-kadang terasa seperti aliran sungai yang bergelombang, menghantam batu-batu yang menghalanginya? Namun, jangan biarkan diri kita terjebak dalam arus itu. Mari, bersama-sama, kita merentangkan janji setia pada diri sendiri, bahwa saat dunia nyata terasa berat dan beban pekerjaan mengintai, buku akan menjadi sahabat yang siap memeluk kita dalam ketenangan yang menyembuhkan.

Pertimbangkanlah, dalam keriuhan kehidupan modern ini, kita seperti pelaut yang terombang-ambing di tengah lautan yang tak kenal lelah. Tak heran jika stres datang melanda dengan mengguncang seperti badai. Namun, mari kita buka jendela hati kita pada pelukan kebahagiaan yang tak terduga: halaman-halaman sebuah buku. Ketika segala sesuatu terasa tak terkendali, buku adalah pemandu yang siap membimbing kita melewati lorong-lorong pikiran yang selama ini mungkin tersembunyi.

Kita seringkali menjelajah ke pelosok bumi, tetapi bagaimana dengan perjalanan di dalam diri kita sendiri? Mari kita izinkan kata-kata menjadi kompas yang membawa kita dalam ekspedisi tak terlupakan ini. Mereka akan membuka pintu menuju wilayah pikiran yang belum pernah kita eksplorasi. Di sana, mungkin saja kita menemukan harta karun pemahaman diri, rasa empati yang mendalam, atau bahkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menggelitik.

Ketika kita akhirnya mengakhiri perjalanan ini dan kembali ke dunia nyata, kita tak akan datang dengan tangan hampa. Sebaliknya, kita akan membawa sedikit potongan ketenangan dari dunia di balik halaman-halaman. Seperti sisa-sisa embun yang melekat pada kelopak bunga setelah hujan reda, begitulah kita membawa secercah ketenangan yang tak ternilai. Kita mungkin tak mampu menghentikan hiruk-pikuk kehidupan, tetapi kita dapat mengajaknya untuk sedikit mereda.

Inilah mengapa membaca hadir sebagai penyelamat, menjadi jendela pelarian yang membawa kita ke dunia yang tak terbatas. Dalam lembaran-lembaran halus itu, kita dapat menemukan ketenangan, menghirup kesegaran, dan membiarkan imajinasi melaju jauh. Sejenak, kita melupakan hiruk-pikuk kehidupan modern dan berjalan berdampingan dengan karakter-karakter dalam cerita. Pernahkah Anda merasakan napas angin sejuk mengusap pipi saat membaca kisah petualangan di pegunungan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun