Mohon tunggu...
Moerni Tanjung
Moerni Tanjung Mohon Tunggu... Editor - founder of https://moerni.id

a father and a writer

Selanjutnya

Tutup

Bola

Kisah Tragedi Berdarah Kanjuruhan: Wajah Korban Biru dan Menghitam, Nyaris Tak Bisa Dikenali

5 Oktober 2022   19:16 Diperbarui: 5 Oktober 2022   19:18 202
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kisah tragedi berdarah Kanjuruhan masih menyesakkan dada. Sejumlah saksi mata termasuk keluarga korban. Mulai mau bercerita. Tentang apa yang terjadi. Di Stadion Kanjuruhan. Sabtu malam itu.

MALANG -- Moerni

"Bu Rafi gak ono (meninggal). Bu. Rafi meningga dunia. Kena korban Arema." Kenang Sumarsih. Ibu dari Ibnu Muhammad Rafi. Salah seorang korban meninggal dunia. Tragedi Kanjuruhan.

Telepon itu datang dari anak sulungnya. Yang malam itu. Juga menonton pertandingan antara tuan rumah Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Rafi berangkat ke stadion bersama dua saudaranya. Kakak pertama menonton di VVIP. Yang nomor dua menonton di VIP. Sementara Rafi yang anak ketiga. Kata ibunya. Menonton dari tribun ekonomi. Alasannya. Mau kumpul sama teman-teman SMAnya.

Sumarsih tak merasakan firasat apapun. Namun ketika mendapat kabar tentang Rafi. Ia shock bukan main. Bak tersambar petir. "Saya teriak. Saya nangis. Saya nggak bisa apa-apa. Waktu itu. Saya hanya bisa nangis. Dan teriak aja." Ungkapnya di Kompas Petang KOMPAS TV, Senin (3/10) lalu.

Setelah lebih tenang. Ia bergegas memerintahkan anak sulungnya. Untuk mencari keberadaan Rafi. Anak sulungnya mencoba menelpon Rafi. Begitupula Sumarsih. Tapi Rafi tak mengangkat telepon. Hanya berdering berkali-kali.

Hingga akhirnya. Usaha Sumarsih menelpon berhasil. Ada yang mengangkat telepon. Tapi yang bicara suara perempuan. Bukan Rafi. Perempuan itu bilang ke Sumarsih. Untuk mengecek Rafi di rumah sakit. Rumah Sakit Islam (RSI) Gondanglegi, Malang.

Sumarsih langsung meminta anak sulungnya berangkat ke RSI Gondanglegi. Anak sulungnya berangkat bersama anak ke dua. Naik motor berboncengan.

Mereka mencoba mencari Rafi. Di ruang perawatan. Tapi tak bisa menemukan adiknya. "Kata perawatnya. Kalau nggak ada. Tolong cari di ruang jenazah." Cerita Sumarsih. Menirukan ucapan perawat kepada anak-anaknya. Saat di RSI Gondanglegi.

Anak sulung Sumarsih bergegas ke ruang jenazah. Saat itu sudah berjejer kantong jenazah. Lalu dibuka satu persatu. Tapi tak ada Rafi. Anak sulung Sumarsih tak bisa menemukan adik. Rafi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun