KANG NASIR
KANG NASIR profesional

Orang kampung, tinggal di kampung, ingin seperti orang kota, Yakin bisa...!

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen | Kaki Mulus Itu

7 Januari 2018   12:44 Diperbarui: 7 Januari 2018   19:48 223 0 0
Cerpen | Kaki Mulus Itu
Illustrasi. Sehatplus.com.

"Net, ini ada kaki yang oke banget",  mang Jarud, pedagang daging musiman di Pasar Joged menawarkan  kepada calon pembeli  yang sudah dikenalnya.

Pasar Joged, saat ini hanya ramai dipadati pedagang yang husus menjual daging saat menghadapi bulan Ramadhan atau lebaran. Di wilayah mang Jarud, terdapat tradisi, jika menghadapi bulan Ramadhon, pertengahan Ramadhon  atau menghadapi Lebaran baik lebaran Puasa atau lebaran Haji, masyarakat menyambutnya dengan selamatan. salah satu kebutuhan yang harus ada dalam acara itu adalah "daging".

Makanya tak heran,   banyak pedagang musiman seperti Mang Jarud membuka lapak di pinggir jalan yang dulu bernama Pasar Joged. Sebetulnya Pasar Joged ini fisiknya sudah tidak ada, hanya namanya saja yang sampai saat ini masih melekat.

Dulu memang ditempat ini terdapat pasar, namanya Pasar Joged, namun karena hanya numpang ditanah milik warga, maka ketika sang pemilik sudah meninggal dunia dan jatuh ke tangan ahli waris, pasar ini digusur untk dijadikan tempat tinggal anak anak sang pemilik tanah.

"Coba lihat, mulus ngga", jawab calon pembeli yang tak lain adalah Jonet , tokoh muda, ketua RT yang lagi naik daun di kampungnya.

Mang jarud yang sudah lama menganal Jonet, sudah faham betul dengan hoby Jonet yang suka "kaki", makanya tak ragu untuk menawarkan.

Jonet dengan seksama memeriksa kaki yang ditawarkan Mang Jarud, hawatir hanya tulangnya saja yang tersisa, tidak ada daging yang menempel. Dari ujung kaki hingga dengkul yang memang tidak dikuliti, tak lepas dari pantaun Jonet, bahkan tangan Jonet tak segan mengelus kulit kaki yang banyak bulunya itu hawatir ada penyakitnya seperti koreng binatang.

"Ya oke bagus dan mulus", kata Jonet sambil tertawa.

Setelah disepakati dan cocok, transaksipun berlangsung, Mang Jarud terima uang, Jonet menerima kaki untuk dijadikan santapan kesukaannya "sop kaki", Jonet memasuki mobilnya, sementara Mang Jarud membawa kaki untuk diserahkan. Tanpa berpikir macam macam, kaki mulus itu ditaruh dipangkuan Jonet  dan dipegang erat erat oleh Jonet.

Namun tanpa disadari,  sebelum mobil berlalu, ada seorang yang iseng "njepret" Jonet  melalui hand phone genggamnya saat memegang kaki yang dibeli dari Mang Jarud itu.

Beberapa hari berselang, foto dekapan Jonet  beredar di internet dengan tampilan yang luar biasa. Kaki   yang dipangku Jonet direkayasa  dengan kecanggihan teknologi oleh orang yang iseng itu. Kaki itu dibuat mulus bak menyerupai kaki "manusia" yang  aduhai.

"Ternyata Jonet  doyan kaki yang mulus", begitu judul foto yang beredar.

Tentu saja, adanya foto itu membuat gaduh seantero kampung, perkaranya Jonet akan nyalon sebagai wakil RW berpasangan dengan tokoh yang sekarang masih menjabat Wakil RW dan saat ini akan nyalon Ketua RW.Beredarnya foto kaki mulus dipangkuan Jonet   ini kemudian digoreng oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab  yang mengesankan moralitas Jonet bejad, pembunuhan karakter namanya.

Joned tak kuasa untuk menerima kenyataan pahit ini, daripada gaduh saat pencalonan dan saat pemilihan, Jonet dengan kesadaran sendiri menyatakan "mengundurkan dirI" dari pencalonan Wakil RW.

Kini tinggal Calon Ketua RW dan para pengusung yang kelimpungan. Ditengerai bahwa mundurnya Jonet sebagai calon Wakil RW di kampungnya berkait erat dengan foto kaki mulus yang beredar di internet itu.

Politik di kampung memang kejam.