KANG NASIR
KANG NASIR profesional

Orang kampung, tinggal di kampung, ingin seperti orang kota, Yakin bisa...!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kompasianival 2017, Manusia Berencana, Tuhan Menentukan

21 Oktober 2017   10:47 Diperbarui: 30 Oktober 2017   09:07 414 6 7
Kompasianival 2017, Manusia Berencana, Tuhan Menentukan
dokpri

Manusia punya rencana, Tuhan yang menentukan. Begitu pepatah mengatakan, pepatah itu biasa dinasihatkan kepada orang yang sedang ditimpa kemalangan atau orang yang gagal menggapai apa yang diharapkan.

Itu artinya, manusia tidak ada apa apanya dihadapan Tuhan, Kekuasaan Tuhan tidak ada yang bisa menandingi. Jika ada orang yang merasa  berkuasa melebihi kuasanya Tuhan karena jabatan, karena kedudukan atau karena merasa jadi jagoan, saya mengatakan bahwa orang itu perlu diperiksa kejiwaannya.

Sebagai orang yang berkecimpung dalam hingar bingar percaturan dan persetruan Ide di Kompasiana melalui tulisan, tentu saja saya sangat senang bin bahagia ketika Kompasiana mengumumkan rencana pelaksanaan kopi darat para Kompasianer melalui Kompasianival 2017.

Gayung bersambut, saya segera mendaftarkan diri sesuai dengan petunjuk admin K, bersyukur saya diterima sebagai peserta, kalau tidak salah tanggal 7 Oktober saya sudah tercatat sebagai peserta. Sejak itu pula saya sudah bisa bayangkan betapa serunya bertemu kawan kawan K yang ikut nulis keroyokan buku (In )toleransi yang digagas Thamrin Sonata melalui Peniti Media seperti Ismail Suardi Wekke, Moch. Khoiri,  Ikhwanul Halim, Opa Tjiptadinata, Iskandar Zulkarnaen, Thamrin dahlan, Maria Margareta, Cay cay, Endrawean Baskoro, Nuraenai, Tamita Wibisono, Teha Sugiyo, Isson Khaerul, Sugiyanto Hadi, Roy Jhon, Ade Supartini dan lainnya yang memang sebagian sudah pernah tatap muka termasuk tentunya berjumpa ria dengan "kampium kampium" seperti Pebrianov, Thamrin Sonata, mba Desol, Yuana dan para dedengkot Kompasianer lainnya yang jenggot dan kumisnya sudah mulai memutih (tak perlu saya sebut orangnya, takut dilaporkan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

Para Penulis buku (In)toleransi. Dok. Thamrin Sonata
Para Penulis buku (In)toleransi. Dok. Thamrin Sonata

Berhari hari, bahkan hingga kemarin, saya sudah persiapkan segala sesuatunya, kuda yang akan saya tumpangi ke  Kemang sudah saya cuci, E toll juga sudah saya isi secukupnya, termasuk dompet juga sudah saya periksa. Bahkan materi untuk bahan obrolan juga sudah saya susun di memori otak, apa saja yang perlu diobrolkan dengan kawan kawan saat mojok di Resto Warteg, tinggal hari sabtu pagi, star menuju Lippo Kemang melalui jalan bebas hambatan Merak Jakarta.

Tapi ya itu tadi, Manusia punya rencana, Tuhan yang menentukan. Pagi ini saya diberitahu ayah saya yang usianya sudah 95 tahun, harus dibawa kerumah sakit dan saya harus mengawal. Seketika saya WA ke pak Thamrin Sonata, antara Kemang dan Orang Tua, jawaban pak Thamrin pilih orang tua.

Ahirnya memang saya tidak jadi datang ke Kompasianival, saya hanya bisa mengucapkan Selamat kepada semuanya, Selamat ber Kompasianival, saya tunggu keseruannya melalui coretan anda semua.