Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menunggu Golkar Celeng Menyatu

15 November 2021   14:55 Diperbarui: 15 November 2021   15:44 194 30 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Paling pusing saat ini jelas PDIP. Belok kiri, ibu mati. Belok kanan, bapak mati. Padahal kalau lurus nubruk tembok. Berarti dirinya sendiri yang mati. 

Ganjar tak mungkin dibendung lagi.  Suaranya semakin solid jika elite PDI-P menekannya terus menerus.  Sementara, bagaimana nasib Puan sendiri? 

Puan sudah sulit dijual. Dijual melalui baliho tak laku. Dijual lagi nanem padi, malah jadi ketawan seluruh negeri. Terus bagaimana ini? 

Golkar sendiri kadang lihai bermain politik. Partai paling tua di negeri ini jelas bagai belut yang dikasih oli pula. Licin setengah mati. Bahkan ketika ketua umumnya dicacimaki setelah reformasi, Golkar tetap tegak berdiri. 

Golkar tak punya tokoh. Mungkin paling ditokohkan Airlangga. Sang Ketua Umum. Tapi, tak ada yang mau menaikkan leterpilihannya. Jangankan keterpilihan, kenal saja kagak. 

Walaupun sudah menjadi menteri. Bahkan menteri koordinator bidang ekonomi. Tapi, kalah terkenal dari Sri Mulyani. Pusing juga tuh Golkar harus bikin baliho yang kayak apa lagi? 

Jika benar Golkar mencuri peluang dari PDI-P, ini baru strategi. Golkar menggandeng para celeng yang sedang gelisah di tubuh banteng. Sehingga kekuatan akan sangat dahsyat untuk meladeni pasangan mana pun. 

Dan hal demikian bukan hal yang mustahil di tengah nama menteri yang tak pernah bisa dijual. Justru para gubernur lebih bersinar. Selain Ganjar, ada Anies Baswedan dan Ridwan Kamil. 

Kita tunggu saja, apakah PDI-P siap kalah atau siap menang. Golkar akan segera mencuri di garis belakang. 

Koalisi Golkar Celeng bisa menentukan. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan