Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Bisa

6 November 2021   14:09 Diperbarui: 6 November 2021   14:18 101 14 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tentu bukan petani biasa. Petani kota, bisa dibilang begitu. Petani tapi keren. Gak kayak bapaknya, yang menjadi petani karena kalah. 

Petani muda adalah pilihan, bukan keterpaksaan. Bahkan sebuah kesadaran. Sekaligus perjuangan. Karena bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitar. 

Misalnya saja dia menjadi peternak kambing. Maka, dia juga mengajari orang sekitar cara beternak kambing secara modern. Dan tentunya menguntungkan. Selama ini, petani adalah profesi yang selalu siap merugi. Diubahnya menjadi profesi yang selalu untung. 

Kenapa petani selalu rugi? 

Karena petani tidak bisa dan tak peduli dengan pemasaran. Maka, para tengkulak yang menjadi kaya. Mereka mencekik petani yang dunianya hanya antara sawah dan rumah. 

Petani muda tentu sangat akrab dengan dunia maya. Penasaran melalui dunia maya dapat melintas batas. Meretas sekat. Membangun cakrawala tiada ufuk. 

Ketika petani muda mampu menembus batas, maka tak ada ruang untuk terbuang. Tak ada celah untuk diperah para petualang. 

Memajukan diri dan sekitarnya. Itulah yang selalu terdengar dari para petani muda bergelar sarjana. Petani petani di sekitar bukan saingan. Mereka adalah kawan seperjalanan yang harus dibantu agar tidak tumbang. Mereka adalah kekuatan maha dasyat yang siap disatukan. 

Semoga para petani milenial tersebut bisa kembalikan kejayaan pertanian. Mereka dapat ikut mendorong penelitian. Karena pertanian bukan hanya apa yang ada tapi juga menciptakan yang mungkin bisa. 

Jeruk kalimantan akan lebih manis dari jeruk China. Apel malang lebih legit daripada apel Australia. Salak bali, nanas pemalang, duku palembang, dan masih banyak lagi yang bisa kita gali. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ekonomi Selengkapnya
Lihat Ekonomi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan