Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Setelah Malam Itu

15 Juni 2021   16:03 Diperbarui: 15 Juni 2021   16:13 98 20 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Setelah Malam Itu
Pixabay. Com

Tidak mungkin! 

Dia terus berkeliling kuburan yang masih basah dengan bunga yang baru setengah layu itu. Suaranya mendesis seperti seekor ular yang terluka dan sedang menahan amarah. 

Senter kecil yang sudah disiapkan dari sore menyorot nama yang tertera dalam nisan. A... B... D.... 

Tidak mungkin! 

Lagi lagi desisnya menyeruak sepi kuburan malam itu. Seekor kadal lari terpukang pukang. Seekor belakang meloncat  ketakutan. 

Untuk kesekian kalinya laki-laki itu mengutari kuburan. Seperti jamaah haji yang sedang melaksanakan towaf. Berulang dan berulang. 

Tarjo mengatakan nya dengan pasti. Tarjo tak mungkin bohong. Tarjo sudah tahu resiko yang akan ditimpakan kepadanya jika dia berani membohongi laki-laki itu. 

Tidak mungkin! 

Laki-laki itu menutup hidungnya dengan sapu tangan. Bau yang dirasakan nya menyengat sekali. Antara bau bunga dan bacin yang saling tumpang tindih. 

Kemudian mendadak laki-laki itu terdiam mematung. Bulan yang cuma seleret masih mampu mengeluarkan bayangan laki-laki itu meski sama sekali tak sempurna. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x