Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Simpan di Awan

12 Juni 2021   05:19 Diperbarui: 12 Juni 2021   05:49 172 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Simpan di Awan
Kompascom

Bisa jadi komputer kamu lemot karena terlalu banyak video kenangan kamu bersama pacarmu yang selalu berganti setiap bulannya. Atau justru foto foto kenangan yang sebetulnya sudah ingin sekali kamu lupakan bersama para mantan. 

Kadang kita menyimpan begitu banyak berkas. Seperti sebuah gudang saja. Bahkan kadang sampai bingung sendiri mencarinya. 

Bahan bahan pembelajaran saat ini harus dibikin sebagus mungkin. Tujuannya, tentu membuat bocah bocah betah berlama-lama belajar di depan komputer atau HP. Tanpa kreativitas, pembelajaran daring akan benar-benar membosankan. 

Bagaimana jika bahan ajar kian lama kian menumpuk dan membuat jalan komputer semakin lemot? 

Disimpan di awan saja! 

Pada awalnya sempat bingung juga maksud kalimat tersebut. Di awan itu di mana tempat sebenarnya? Dan bagaimana cara kita mencapai awan untuk menyimpan bahan ajar kita? 

Kalau disimpan di awan, kita bisa membukanya di mana saja dan kapan saja. Termasuk jika bapak lupa membawa laptop padahal bapak harus masuk kelas. 

Itulah keunggulan yang disebutkan jika memakai penyimpanan di awan. Kita bisa langsung ke kelas dan menggunakan komputer yang ada di kelas. Tak perlu berat berat bolak balik bawa laptop ke setiap kelas yang kita ajar. 

Akhirnya, belajar juga tentang penyimpanan di awan. Dan dalam setiap pembuatan sebuah email, kita selalu diberikan kamar gratis 15 giga untuk penyimpanan apa pun punya kita. Selain teks bisa juga foto dan video. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN