Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Rasionalitas Gus Dur dalam Menghadapi Israel

24 Mei 2021   06:30 Diperbarui: 24 Mei 2021   07:42 179 18 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rasionalitas Gus Dur dalam Menghadapi Israel
Kompascom

Hanya orang bodoh yang menghadapi Israel secara emosional. Israel tak bisa dikalahkan dengan emosi. Sebesar apa pun emosi yang dimiliki orang tersebut. 

Tapi, sayang nya ketika bicara tentang konflik Palestina dengan Israel, hampir semua orang mendahulukan emosi daripada rasionalitas.  Sehingga tindakan yang muncul adalah letupan letupan emosi yang tidak menjurus pada penyelesaian masalah. 

Untuk tingkat individu, boleh saja terjadi. Walaupun sebaiknya dihindari. Sedangkan untuk wilayah negara, memang sudah seharusnya selalu mengedepankan rasionalitas tinimbang emosi belaka. Apalagi kalau cuma takut pada kelompok tertentu yang selalu menggunakan isu ini hanya untuk kepentingan politik kelompok nya belaka. 

Gus Dur sudah memulai langkah tersebut. Gus Dur yang terkenal berani melawan arus, lebih memilih bersikap rasional di tengah dalam menghadapi Israel. Keberanian yang sangat hebat, di tengah sikap emosional rakyatnya. 

Jika ingin menjadi penengah di antara dua pihak yang berseteru, siapa pun dia, maka harus memiliki hubungan baik dan dipercaya oleh dua pihak tersebut. Jika salah satu pihak melihat kecenderungan keberpihakan, maka dia tak akan bersedia bekerja sama. 

Dan untuk itulah, terobosan harus dilakukan.  Tak akan berani jika dia hanya seorang pemimpin kerdil yang mementingkan popularitas belaka. Tak akan berani berbuat seperti itu, jika dua seorang pemimpin yang tidak memiliki visi jauh ke depan. 

Membantu Palestina bukan berarti harus emosional. Justru berpikir rasional sangat dibutuhkan. Sehingga peta jalan dapat dibuat dengan baik. 

Sudah saatnya, negeri ini memikirkan kembali strategi dalam membantu Palestina dalam menghadapi Israel. Bukan lagi bergemuruh dalam emosi tinggi tapi berubah menjadi rasionalitas yang jelas. Atau lebih gampang nya, mari kembali meniti jalan yang sudah ditempuh Gus Dur. 

Perjuangan lebih membutuhkan pemikiran berjangka panjang ke depan daripada gelora sementara.  Dan sebagai bangsa besar, kita juga harus berjiwa besar. 

Terima kasih, Gus. 

VIDEO PILIHAN