Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menerobos Masa Depan

Kepala SMP Negeri 52 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

PSI Tak Perlu Dorong Interpelasi Anies

26 Februari 2021   07:04 Diperbarui: 26 Februari 2021   07:09 268
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Banjir di Jakarta belum akan selesai sampai Anies sendiri selesai. Sudah dapat diperkirakan dari awal. Sehingga kita tidak usah terlalu berharap penyelesaian nya di masa Anies.

Perbedaan jalan yang ditempuh Anies melalui program naturalisasi sungai sungai juga tak perlu dibentur benturkan dengan program normalisasi sungai punya Ahok. Perbedaan jalan yang diambil oleh seorang pemimpin juga sah sah saja.

Anies tidak serius mengurus soal banjir Jakarta. Itu kan hanya persepsi masing-masing. Ada kok yang bilang jika Anies sudah serius.

Yang tidak setuju jalan Anies, silakan lakukan kritik yang mencerdaskan. Bagi mereka yang setuju dengan jalan Anies juga silakan tunjukkan bukti buktinya.

Kami sebagai warga yang akan melihat kebohongan argumentasi kalian. Kami yang akan melihat apakah Anies masih layak untuk dipertahankan atau tidak. Tapi, tetap dalam jangka waktu yang sudah disepakati dari awal. Setiap lima tahun sekali persoalan ini kita evaluasi.

PSI akan melakukan interpelasi terhadap Anies tentang persoalan banjir?

Tidak perlu. Membuang buang banyak hal. Nanti justru menjadi kontra produktif. Fokus tidak terjadi. Malah hal hal demikian cuma cenderung jadi pemicu keributan yang tidak bermanfaat.

Anies belum maksimal. Memang, iya. Tapi, apa ya ada yang sudah maksimal dalam penanganan banjir ini? Rata rata memang melupakan banjir setelah banjir pergi dan baru ingat di tahun berikutnya ketika banjir kembali melanda.

Partai politik melakukan kritik memang sebuah kewajiban. Dibayar untuk itu. Kalau cuma duduk dan diam, untuk apa ada Reformasi?

Akan tetapi, ngomong asal ngomong juga bikin pusing banyak orang. Rasanya kita sudah cukup muak dengan duo DPR periode lalu yang begitu rajin bikin nyinyiran. Tak perlu ada lagi untuk saat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun