Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menerobos Masa Depan

Kepala SMP Negeri 52 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Kemenkominfo Harus Melaksanakan Perintah Presiden

19 Februari 2021   06:42 Diperbarui: 19 Februari 2021   07:05 168
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seorang walikota menolak SKB 3 Menteri. Seorang Menteri tidak melaksanakan keinginan Presiden. Ada apa dengan prilaku pejabat di negeri ini? 

Tidak ada visi dan misi menteri. Hal tersebut sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi jauh jauh hari. Bahkan pada awal pemerintahan pertama nya. 

Jika seorang Menteri punya visi dan misi sendiri, jelas akan berbahaya. Karena setiap Menteri memiliki latar politik berbeda sehingga nanti akan terbelah belah pemerintahan ini sesuai dengan kepentingan politik partai masing-masing. 

Semua walikota, bupati, dan gubernur harus mau mengikuti seluruh aturan yang bersifat nasional. Karena kita memang satu negara Kesatuan.  Kecuali memang ada peraturan yang membolehkan suatu daerah untuk berbeda. Misalnya saja kekhususan daerah Aceh Darussalam. Tidak boleh berbeda sendiri atau menolak aturan nasional hanya berdasarkan hasrat dan kepentingan politik sempit belaka. 

Seluruh menteri juga begitu.  Semua harus mampu menerjemahkan visi Presiden. Bukan menerjemahkan berdasarkan kepentingan lain. 

Ketika Presiden Jokowi menyatakan dengan terang benderang akan merevisi UU ITE karena melihat ada ketidakadilan dalam implementasi di lapangan, maka seluruh menteri yang bersinggungan dengan kemauan Presiden tersebut tidak usah menafsir nafsir dengan cara lain. 

Jangan kemudian kehendak merevisi kemudian menjadi pedoman interpretasi. Jauh banget pengertian keduanya.  Bisa muncul persoalan baru yang bahkan akan membebani pemerintahan lebih berat. 

Sebetulnya saat ini pun sudah muncul persoalan. Ramai lagi antara Revisi dan interpretasi.  Sehingga tenaga dibuang percuma. 

Seandainya, semua menteri langsung menerjemahkan kehendak Presiden agar ketidakadilan diatasi dengan revisi maka tak ada persoalan lain muncul ikut membebani kerja. Tapi selalu saja ada yang ingin bermain main dengan kepentingan sendiri. 

Pemerintahan pun sudah dituduh tidak kompak. Presiden dituduh tidak berwibawa. Ini bisa menjadi sesuatu yang kontra produktif.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun