Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kamdi Ingin Jadi Pahlawan

2 Oktober 2020   06:19 Diperbarui: 2 Oktober 2020   07:13 109 39 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kamdi Ingin Jadi Pahlawan
Kompas.com

Kamdi mendadak pengen jadi pahlawan. Entah belajar apa di sekolah barusan. Tapi, yang jelas, pulang sekolah Kamdi langsung menyampaikan keinginan itu pada si mbok.

"Mbok, Kamdi pengin jadi pahlawan, " kata Kamdi semangat. 

"Si mbok gak tahu pahlawan. Kalau gitu gituan, tanya pak lik mu sana, " jawab si mboknya yang memang tak pernah makan bangku sekolahan. 

Kamdi pun langsung mencari pamannya. Lik Roto sedang tak ada di rumah. Akhirnya Kamdi duduk di depan rumah Lik Roto. 

Oh, iya. Kamdi ini memang sekolah di SMP kelas 8.  Umurnya sendiri sudah 18 tahun. Badannya juga gede. Tapi, karena si mboknya kurang memberi gizi, otak Kamdi kadang jalan pelan kalau dipakai belajar. 

Tak ayal lagi jika Kamdi mendapatkan prestasi tersendiri sebagai murid paling banyak tidak naik kelasnya.  Di SD empat kali. Di SMP sudah dua kali tak naik. 

Kamdi tak pernah menyerah. Karena Kamdi tahu, semua pahlawan tak ada yang menyerah. Dan Kamdi pengin jadi pahlawan.  Jadi, Kamdi tak boleh menyerah. 

Keinginan menjadi pahlawan menjadi semakin akut sejak tujuh belasan kemarin.  Kamdi ikut drama tujuh belasan. Dan Kamdi ikut sebagai pejuang.  Kamdi kena tembak. Dan Kamdi jadi pahlawan. Walaupun tergolong pahlawan tak dikenal. 

"Ngapain, Di? " tanya Suto, teman Kamdi yang sekarang sudah SMA. 

"Nunggu Lik Roto. "

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x