Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Menjadi Guru Bukan Hanya Sekadar Bisa Mengajar

16 September 2020   05:43 Diperbarui: 16 September 2020   09:32 248 54 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjadi Guru Bukan Hanya Sekadar Bisa Mengajar
Dok. Pri.

Adalah seorang Malik Fajar yang mencoba menggagas "Guru Ilmuwan" ketika beliau masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.  Maksud "Guru Ilmuwan" adalah seorang yang memiliki kepribadian guru dengan pengetahuan yang tinggi. 

Persoalan pendidikan pada saat itu memang berkutat pada kualitas guru yang rendah.  Guru memiliki ilmu pedagogik yang tinggi, akan tetapi kemampuan keilmuan dalam bidang yang diajarkan masih kurang. 

Oleh karena itu, pemerintah harus meningkatkan kemampuan bidang pengetahuan yang masih kurang tersebut. Sehingga akan terjadi keseimbangan antara kemampuan pedagogik dan kemampuan profesional seorang guru. 

Gagasan Almarhum Malik Fajar ternyata berjalan bukan pada tujuan awalnya. Tujuan awal handak membentuk "Guru Ilmuwan" pada perjalanan nya berubah menjadi "Ilmuwan Guru".

Apa perbedaan keduanya? 

Konsep" Guru Ilmuwan " tentu lebih mendahulukan kemampuan pedagogik seorang guru. Kemampuan yang tidak bisa dipunyai oleh setiap orang. Perlu pendidikan yang lama agar kemampuan tersebut dapat dikuasai oleh seseorang. 

Tak ada model karbitan. Misalnya saja dengan dilatih selama 6 bulan PPG kemudian seseorang dapat menguasai ilmu pedagogik dan dapat mendidik anak-anak dengan baik. 

Sedangkan konsep "Ilmuwan Guru" tentu lebih mendahulukan kemampuan bidang pengetahuan atau sekarang lebih diistilahkan sebagai profesional walaupun kurang pas sebetulnya.  Siapa pun bisa menjadi guru asal memiliki kemampuan pengetahuan. Kemampuan pedagogik bisa sambil jalan. 

Sehingga kemudian lembaga lembaga pendidikan yang dulu menjadi arena penggemblengan seseorang untuk menjadi guru, semuanya diubah. Tak ada lagi SPG. Tak ada lagi IKIP. 

Orang yang hendak menjadi guru cukup mengikuti kegiatan PPG.  Karena akta lima, yang dulu dijadikan acuan sebagai penanda kemampuan pedagogik sudah ditiadakan. Waktu yang ditempuh pernah hanya 3 bulan. Sekarang sudah menjadi 6 bulan. Padahal aturannya 18 bulan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x