Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan

Tekad yang Kuat Kurangi Penggunaan Plastik

10 Mei 2019   13:15 Diperbarui: 10 Mei 2019   13:19 0 0 0 Mohon Tunggu...

Plastik memang praktis.  Dalam pergulatan waktu yang nyaris begitu sulit,  kepraktisan plastik bagaikan dewa penolong.  

Kepraktisan itu sayang nya kemudian berganti kelamin menjadi sebuah kewajiban kemodernan.   Plastik itu modern,  tanpa plastik itu kampungan. 

Fakta kota besar yang memprihatinkan.   Fakta kota besar itu kemudian merembes ke daerah dan bahkan desa terpencil nun jauh di ujung jalan.   Waktu saya pulang kampung,  jika ada acara,  yang dulu selalu memakai gelas, sekarang sudah diganti dengan air kemasan.  Kenapa?  Karena praktis, tak usah masak air dan mencuci gelas. 

Kepraktisan itu yang kemudian menjadi bencana.   Sayang, kesadaran ini baru belakangan muncul.   Cukup terlambat.   Namun, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. 

Dan kesadaran lingkungan masih bersifat elitis.   Baru di kota-kota besar.   Dan masih mendapat perlawanan cukup sengit dari mereka yang sudah nyaman dengan kepraktisan penggunaan plastik. 

Seharusnya, kesadaran ini dimulai dari bangku sekolah.   Walaupun memerlukan waktu lama,  tapi sikap dan kesadaran itu akan masuk ke dalam jiwa anak anak yang masih putih itu. 

Plastik tidak bisa dikurangi penggunaan nya tanpa tekad yang kuat.   Tekad yang kuat tentu tidak hadir serta merta dalam diri seseorang.   Gurulah yang biasanya mampu menanamkan tekad yang besar ke dada peserta didik nya. 

Pengurangan penggunaan plastik merupakan pekerjaan yang berat.   Karena kita harus bertempur dengan dunia kepraktisan.   Dunia kepraktisan yang sangat nyambung banget dengan tuntutan efisiensi hidup. 

Hanya kesadaran yang tinggi akan keselamatan lingkungan,  yang akan mampu menjadi jalan menuju pengurangan penggunaan plastik.   Tekad besar akan semakin bermakna jika dilandasi pula dengan nilai nilai keagamaan.   Di saat Ramadan ini,  akan bisa masuk nilai keagamaan yang berkaitan dengan lingkungan dimunculkan sebagai upaya lebih praktis menuju hidup bahagia tanpa plastik.