Humaniora

Kerajaan Mughal

15 November 2017   08:44 Diperbarui: 15 November 2017   08:59 2285 1 0
Kerajaan Mughal
sumber: thinglink.com

PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM

PADA MASA KERAJAAN MUGHAL DI INDIA

 

Muhammad Musyafaul Karim Al-Ala, Syaafii Hidayat Ahadu Romadlon, Mochamad Rois, Moh. Ubaidillah

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya.

Jalan Ahmad Yani 117. Surabaya East Java 60237. Telp. +62318410298.

syaphak@gmail.com, safihidayat3@gmail.com, mochamadrois13@gmail.com, ubaidilizzah@gmail.com

2017

Abstract

There are three objectives to writing this article as follow, First is to know the background of the rise of Mughal Empire, Second to know growth and fall of the Mughal Empire, and the last several Mughal legacies such as in the aspect of politic, social, art, etc. The founding father of Mughal Empire is Kutbuddin Aibak (1206-1211), who was able to establish Independence Islamic Kingdom of India. There are several ruler: Sultan Akbar, Syah Jahan, dan Aurangzeb. Sultan Akbar has reputation as the ruler who was able to maintain stability of the empire as well as to combine the Islamic and Hindus civilization. Meanwhile Syah Jahan inherit some relics, such as the famous Taj Mahal. Other ruler Aurangzeb was to expand his empire. But the generation after Aurangzeb fail to maintain unity of his empire and Mughal breakdown to several independence kingdom. The Sepoy Mutiny in 1857 is the end of Mughal Empire. British replace Mughal Empire and occupied whole India until 1947.

Keywords: Mughal Empire, Mughal Inheritance, India.

 

  • Pendahuluan

India yang pada masa lalu meliputi negara India, Pakistan, dan Bangladesh pada masa sekarang selalu menarik dikaji. Ketiga negara ini memiliki kesinambungan sejarah yang satu hingga masa kolonialisme Barat. Secara geografis India terpisah oleh benteng alam pegunungan Himalaya di sebelah utara dan Hindu Kusy di sebelah Barat Laut. Pegunungan Himalaya merupakan benteng terpanjang yang membujur dari Afghanistan hingga Assam sejauh 2.500 km. Kondisi geografis inilah sebagai salah satu penyebab sulitnya pengaruh luar masuk ke India. Walaupun begitu, berbagai bangsa silih berganti masuk ke daerah India dan memberikan warna perkembangan kebudayaan India terutama melalui celah Khyber yang menghubungkan dengan Afghanistan dan lintas Bolan yang di Pakistan. Setidaknya di India telah lahir 4 agama dunia, yakni Hindu, Buddha, Jain, dan Sikh. Selain keempat tersebut, warna sejarah India juga dipengaruhi oleh pengaruh Islam yang berkembang pesat sejak pertengahan abad VII M dari jazirah Asia Barat.

Sejak awal abad XIII sampai dengan pertengahan XIX, dinasti Islam berkembang di India. Masa pengaruh politik Islam telah dimulai sejak awal abad VIII ketika Muhammad bin al-Qasim diutus Khalifah al-Walid I menyerbu daerah Sind mulai tahun 708 M. Walaupun belum menguasai seluruh India, Qasim telah berhasil menancapkan pengaruh politik Islam di daerah Punjab. Sejak masa itu politik Islam terus merangsek di India. Dinasti Ghazni yang berkembang sejak tahun 961 M berpusat di Afghanistan menjadi kekuatan politik kedua yang berpengaruh di India, dan dinasti Ghuri adalah pengaruh politik ketiga dalam sejarah kerajaan Islam di India. Akhir Dinasti Ghuri menandai mulainya kekaisaran Islam di India ditandai dengan berdirinya Kesultanan Delhi oleh Kutbuddin Aibak (1206-1211). Sejak saat itulah dinasti Islam berkembang di India sampai dengan tahun 1857.

Mengkaji kekuasaan para dinasti Islam di India sangat menarik, selain kekhasan sifat politik para dinasti Islam di India, juga akan ditemukan berbagai peninggalan kebudayaan yang luar biasa tinggi. Ada lima dinasti Islam yang berkuasa di India mulai tahun 1206-1857 M. Kelima Dinasti yang memerintah tersebut adalah: dinasti Budak (1206-1290), dinasti Khilji (1290-1321), dinasti Taghluk (1321-1388), dinasti Lodhi (1450-1526), dan dinasti Mughal (1526-1857). Berbagai peninggalan baik kebudayaan, sistem sosial, ekonomi, politik, hukum, dan pemerintahan masih dapat ditelusuri pada masa sekarang. Dinasti Mughal adalah dinasti terakhir yang memerintah di India. Bagaimana perkembangan dinasti Mughal dan pengaruhnya bagi sejarah peradaban bangsa India?

  • Asal Usul Kerajaan Mughal

Sebagai salah satu pusat peradaban dunia, India memilik sejarah panjang. Diperkirakan the Indian subcontinent ini telah dihuni oleh manusia semenjak 7000 tahun SM. Namun baru 3200 tahun SM ditemukan perkampungan penduduk di lembah Indus dan Sarasvati dimana keduanya merupakan sungai terbesar di India yang mengalir dari Himalaya ke Asia selatan dan bermuara di Laut Arab.

Secara ringkas, sejarah India dapat dibagi kepada beberapa etape, yaitu: Pertama, peradaban di Lembah Indus (Indus Valley Civilization) yang dipelopori oleh agama Hindu. Kedua, zaman kegemilangan Ashoka yang dipelopori oleh agama Budha. Ketiga, di bawah kerajaan Islam, dimulai dari dinasti Lodhi sehingga dinasti Mughal.

Peletak dasar dinasti Islam di India adalah Kutbuddin Aibak (1206-1211) yang berhasil mendirikan kerajaan Islam di India yang merdeka. Setelah merasa cukup kuat untuk mendirikan kekuasaan di India, pada tahun 1206 ia mendirikan Kesultanan Delhi di India yang berhasil dipertahankan hingga 1290. Dinasti keturunan Aibak sering disebut dinasti keturunan hamba-hamba raja, karena Aibak sendiri bukanlah keturunan raja. Sultan Balban adalah raja terakhir dinasti keturunan hamba-hamba raja. Dia tidak meninggalkan keturunan dan pemerintahan Kesultanan Delhi selanjutnya diambil alih oleh dinasti raja-raja keturunan Khilji (1290-1321), kemudian dilanjutkan raja-raja keturunan Taghluk (1321-1399), dinasti para Sayyid (1414-1451), dan dinasti raja-raja keturunan Lodhi (1451-1526), kemudian yang terakhir adalah dinasti Mughal.

Mughal merupakan kerajaan Islam di anak benua India, dengan Delhi sebagai ibu kotanya, berdiri antara tahun 1526-1858 M. Dinasti Mughal di India didirikan oleh seorang penziarah dari Asia Tengah, bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1482-1530 M), salah satu cucu dari Timur Lenk dari etnis Mongol, keturunan Jengis Khan yang telah masuk Islam dan pernah berkuasa di Asia Tengah pada abad ke 15. Kerajaan ini berdiri pada saat di Asia Kecil berdiri tegak sebuah kerajaan Turki Usmani dan di Persia kerajaan Safawi. Ketiganya pada saat yang sama menjadi sebuah negara-negara adikuasa di dunia. Mereka juga menguasai perekonomian, politik serta militer dan mengembangkan kebudayaan.

Ayahnya bernama Umar Mirza, penguasa Ferghana. Babur mewarisi daerah Ferghana dari orang tuanya ketika ia masih berusia 11 tahun. Ia berambisi dan bertekad akan menaklukkan Samarkand yang menjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu. Pada mulanya, ia mengalami kekalahan, tetapi karena mendapat bantuan dari raja Safawi, Ismail I akhirnya berhasil menaklukkan Samarkand pada tahun 1494 M.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3