Mohon tunggu...
Moch Aldy MA
Moch Aldy MA Mohon Tunggu... wordsmith

Bukunya: Timbul Tenggelam Philo-Sophia Kehidupan (2020); Timbul Tenggelam Spirit-Us Kehidupan (2020); Trias Puitika (2021)

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Monolog: Oh Puisi, O Puasa

12 April 2021   21:05 Diperbarui: 13 April 2021   00:45 312 13 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Monolog: Oh Puisi, O Puasa
Unsplash.com

"O sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala" ucapnya selepas imsak memeluk waktu yang berlalu.

"Dan tak lama lagi: lantunan azan magrib akan merajai lamunan beberapa manusia; malam-malam akan berdesakan, memanjangkan pasaknya; masjid-masjid mewadahi sisi-sisi pertobatan siapa-siapa yang hendak menyucikan jiwa.

Al-Baqarah ayat seratus delapan puluh tiga bertebaran, memenuhi ruang-ruang dunia tak terkecuali fiksi dan maya juga lubuk hati si pendosa; tak lupa iklan-iklan sirup dan kurma yang meraksasa serupa amarah sandal kulit yang bertukar rupa dengan sandal jepit sesudah salat isya.

O Ramadhan, bulan yang penuh penaklukkan; menaklukkan hawa nafsu; seperti menundukkan hasrat untuk berbuka puasa tepat di siang hari, yang dengan garangnya mencoba mempecundangi iman melalui warung-warung setengah terbuka.

O betapa syahdu, mengembarai ruang dan waktu; menembus getirnya lapar dan haus dengan memburu takjil; disempurnakan dengan berbuka puasa bersama keluarga, kawan dan si cinta, tentunya.

O bulan yang penuh anugerah segera datang; Bulan Ramadhan, betapa aku benar-benar merindukan-Mu!" tutupnya, mengakhiri monolog, sebelum merakit sarung samping yang akan digunakan untuk berjihad melawan anak kampung tetangga, di jalan martabat dan gengsi selepas ibadah tarawih, yang tak pernah dituntaskannya itu.

-Moch Aldy MA
Bumi, 12 April 2021.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x