Mohon tunggu...
Moch Aldy MA
Moch Aldy MA Mohon Tunggu... wordsmith

Bukunya: Timbul Tenggelam Philo-Sophia Kehidupan (2020); Timbul Tenggelam Spirit-Us Kehidupan (2020); Trias Puitika (2021)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Dari, Oleh, dan untuk Manusia Kontemporer

14 Februari 2021   16:17 Diperbarui: 14 Februari 2021   16:43 224 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dari, Oleh, dan untuk Manusia Kontemporer
kalaliterasi.com

Waktu berdetak seiringan dengan detik. Detak dan detik tanpa satupun titik. Hanya koma yang mengiringi tindak tanduk manusia. Dua puluh enam alfabet huruf, sudah bosan mengiringi, mengarungi juga mewadahi segala hasrat manusia. Peradaban mutakhir yang kian bejat tiada akhir.

Begitu pula cacing yang sudah bosan digusur oleh beton, beton yang masih takut menginjak air, air yang lelah menampung keringat ikan, ikan yang memanjat pohon, pohon yang di-genosida manusia. Itu semua adalah hasil, dari beberapa manusia yang merasa memiliki jejak riwayat kuasa, untuk meminta tunduk semua makhluk.

Manusia "sejati", sudah lama mati. Manusia kontemporer, dagingnya pudar, kulitnya menebal. Ditandai dengan bahasa dan istilah demoralisasi ataupun dehumanisasi. Marwah manusia juga sudah lama hancur, oleh manusia sendiri. Sialnya, di sisi lain, manusia gemar menyalahkan. Menyalahkan setan yang menggoda. Menggoda manusia berbuat dosa.

"Sejatinya, cermin adalah benda yang belum ditemukan manusia, sehingga aktivitas bercermin adalah sesuatu yang mustahil. Tercermin dari ketiadaan introspeksi dan mawas diri."

Selain itu, manusia kontemporer cenderung senang sekali menyiksa makhluk lain. Memakan hewan tanpa rasa puas, mengebiri tumbuhan tanpa batas. Lalu, menduduki puncak rantai makanan. Tapi tidak pernah mau Simbiosis Mutualisme dan malah memilih untuk menjadi parasit. Tepatnya, brood parasite, seumpama organisme yang memanfaatkan (tepatnya merugikan) organisme lain demi keperluannya sendiri.

Oh andaikan para manusia kontemporer tahu, bahwa Klorofil adalah nama lain dari sel darah hijau, dan Klorofil adalah saudara dari Eritrosit atau sel darah merah. Pun juga menyadari Magnesium dan Zat Besi itu bersaudara. Tapi sialnya, lagi-lagi, manusia lebih suka untuk menumbuhkan Zat Beton, lalu mencuci tangan atas perbuatan yang dilakukannya, dan menggosok giginya dengan Flouride.

Apakah para manusia kontemporer pernah memikirkan nasib Pineal Gland? Aku rasa tidak. Para manusia lebih suka merawat Otak Reptil-nya, dan bercita-cita menjadi "Snake". Atau mungkin menjadi serigala, untuk merevitalisasi frasa Homo Homini Lupus.

Entahlah, lupakan.

Seperti manusia lainnya, aku sesekali larut dalam kontemplasi. Aku membayangkan apa jadinya bila kita semua menerima fakta, bahwa mereka semua berasal dari sumber yang sama. Mungkin tidak akan ada pertikaian, pertempuran dan pertumpahan darah. Mungkin juga senjata api, senjata tajam apalagi senjata pemusnah massal tidak akan pernah ada.

Sebab kala bersama senjata, baik otak maupun mesiu, manusia malah semakin liar dan buas, melebihi hewan yang manusia sebut sebagai makhluk buas. Dan beberapa manusia kontemporer, nampaknya tidak hanya ganas tapi juga banal dan binal. Beberapa yang lain, bahkan mencabuli raga manusia lain, juga telah mencabuli hakikat baik dan benar, hitam dan putih, suci dan kotor.

Sebagian manusia kontemporer bertindak frontal, terang-terangan berprilaku gelap dan gelap-gelapan seraya mencitrakan dirinya terang di khalayak umum. Manusia modern, memang primitif, benar-benar naif. Mengencingi manusia lain, penghuni piramida kasta bawah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN