Mohon tunggu...
Moch Aldy MA
Moch Aldy MA Mohon Tunggu... Pengarang

Penganut nurani, pengikut naluri, pendoa sekaligus pendosa.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Somnambulis: Tidur yang Terjaga

14 Januari 2021   18:33 Diperbarui: 14 Januari 2021   18:37 86 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Somnambulis: Tidur yang Terjaga
Oil painting by Pawel Kosior

Raga sampai di bunga tidur,
dan mulut sibuk mendengkur.
Namun jiwa masih berjalan,
sepenuh riuh pulang ingatan.

Mencari nyata dalam mimpi,
terbalut fiksi dalam jejak delusi.
Ah sialan, dimanakah aku berpijak.
Mengapa kaki terus menjajaki jarak.

Bajingan, persetan dengan angan.
Satu yang ada hanyalah bayangan.
Terdistorsi peran imaji katastrofi,
gelap mataku mencari kesadaran.

Antarkan saja harapanku ke neraka,
akupun tak berharap lahir ke dunia.
Padamkan saja peluang asmara,
atau segera beri aku nafas cinta.

Aku nausea dengan dimensi ketiga,
aku tinggal sendiri dalam kesendirian.
Aku juga tak dapat lagi membedakan,
realitas manusia dengan fatamorgana.

Sungguh apa yang lebih meresahkan,
dari kehidupan duka dan lara?
Dan apa yang lebih mengerikan,
dari kematian rasa dan cahaya?

Seri matahari dan binar temaram,
mungkin dapat timbul dan terbenam.
Namun sinar kosmis jatuh atas kita,
menjelma malam yang terlelap baka.

Dan nampaknya aku tidak sadar,
selama aku masih terjaga oleh sadar.
Sebagaimana aku terus saja lupa,
pada mimpi dan cita setelah terjaga.

Aku lari lebih jauh tuk mencari makna,
menerima kesaksian fakta dan nestapa.
Bahwa kau sudah sirna entah kemana,
dan akupun sudah tak jadi tepian mata.

Wahai tali hati dan jiwaku,
jika dalam tidur aku dapat mencintaimu.
Niscaya aku akan cendera,
tuk menjagaimu dalam tidur selamanya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x