Mohon tunggu...
Moch Aldy MA
Moch Aldy MA Mohon Tunggu... (genrifinaldy)

"𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐮𝐭 𝐧𝐮𝐫𝐚𝐧𝐢, 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐧𝐚𝐥𝐮𝐫𝐢, 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐨𝐚 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢𝐠𝐮𝐬 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐨𝐬𝐚."

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Menziarahi Impian

1 November 2020   09:28 Diperbarui: 1 November 2020   09:37 21 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menziarahi Impian
Sumber gambar: Resplash

Masa lalu menghubungkan jiwamu dan jiwaku, seperti hadir bersama dan saling menatap rupa masing-masing. Meski sekarang, bayanganmu mulai terdistorsi oleh bisingnya fatamorgana yang sering mereka sebut sebagai realita.

Tapi persetan dengan itu semua, aku lebih baik hidup dalam utopia, dan bersekutu dengan jiwamu. Karena hanya dengan itu, hatiku dapat merasakan sebuah gema dari sengkarutnya rindu akan rumah.

Hanya dengan itu, hijab-hijab artifisial yang melekat dalam diriku bisa hancur lebur satu persatu. Mungkin, Tuhan memanglah menciptakan dua tubuh dalam satu, dan pemisahannya berarti egoisme dalam kata, 'aku'.

Dan aku ingin sekali berterima kasih kepadamu, karena telah membaiatku sebagai seorang penulis yang bertaklid
kan cinta. Meskipun hanya menjadi seorang penulis, yang bersenjatakan kertas lusuh dan pena berkarat.

Lusuh dan karat, akibat proses korosi dari sesuatu yang mereka sebut sebagai harapan. Bahkan tak apa-apa, bila menggelariku sebagai reinkarnasi Qais Al Majnun. Satu yang penting ialah tak ada berhala apapun dalam hatiku. Satu yang
harus kau sadari adalah kehampaan ini bernyawa.

Kendati jiwa, harus merasakan pedihnya memeluk sepi dan dibekap gelapnya sunyi. Dengan rasa percaya, akan aku jaga lilin-lilin cinta itu agar tetap abadi, walaupun dalam ragaku yang fana. Sebab aku percaya, dua hati yang disatukan melalui kesedihan tidak akan bisa dipisahkan, meski oleh kejayaan masa depan. Dan cinta yang dimurnikan oleh tangis, niscaya akan selamanya murni dan indah.

Maka, jangan izinkan aku untuk mati terlalu dini. Wahai tubuh lemah dan jiwa yang terkadang bertekuk pasrah. Jangan izinkan aku, untuk masuk ke dalam barisan batu, parang dan peluru. Wahai seperangkat naluri dan senggok nurani.

Dan demi perpanjangan cinta, jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh impian yang kumiliki hari ini. Demi setiap aksara, pada setiap tulisan yang kuciptakan untukmu, sayangku.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
1 November 2020