Mohon tunggu...
Moch Aldy MA
Moch Aldy MA Mohon Tunggu... (genrifinaldy)

"𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐮𝐭 𝐧𝐮𝐫𝐚𝐧𝐢, 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐧𝐚𝐥𝐮𝐫𝐢, 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐨𝐚 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢𝐠𝐮𝐬 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐨𝐬𝐚."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Selepas Kurusetra

15 Oktober 2020   10:15 Diperbarui: 15 Oktober 2020   10:17 49 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selepas Kurusetra
www.pineterst.com/pin

Aku masih mencari-cari diri-mu
Di antara belukar wana giriwarsa
Aku masih mencari-cari diri-mu
Di antara arakan awan dirgantara

Aku masih mencari-cari diri-mu
Di antara gemerlap riuh prasada
Aku masih mencari-cari diri-mu
Di antara heningnya tirta amarta

Aku masih mencari-cari diri-mu
Di antara serat-serat manuskrip renta
Aku masih mencari-cari dirimu
Di antara kidung-kidung asmaradhana

Namun, masih saja tak kutemukan
Tapak tilas daksa-mu yang jatarupa
Entah karena hilang dimakan ingatan
Entah karena mengirap ditelan pawana

Tapi kasihku, aku akan tetap mencari-mu
Berbekal pangestu bak adipati dan cinta
Aku akan melacak jejak keberadaan-mu
Ditemani bak senopati dan senaya-nya

Dimulai dari mayapada
Tempat kita bersarak
Juga merasakan samsara
Bahkan sampai lokatraya

Dan, setelah melanglang buana
Sedekat-dekat kelana
Sejauh-jauh kembara
Pada akhirnya kutemukan jua

Nama-mu, yang terpampang paripurna
Dengan tuan yang entah siapa
Lengkung janur pun menguning
Seraya terang menyingsing

Lantas aku mendapatkan warta merta
Bahwa kau akan menggelar wiwaha
Seketika batinku keruh oleh prahara
Laiknya kalabendu tanpa kaladuta

Hitam-ku kian membuncah
Putihku semakin memucat
Merah padam sudah durja
Mengharu biru pula atma

Ternyata kau berusaha melarikan diri
Dari asmara yang kulumuri kalpasastra
Ternyata kau berusaha angkat kaki
Ketika kujadikan nirwana sebagai mahar cinta
 
Apakah selama ini aku melamar seringai jelaga, sehingga kau malah memilih untuk menikahi marabahaya?

Lelah kumencari sahaja
Di antara petuah para pujangga
Hingga, tualang-ku semakin lenggana
Berpangku di tangan nasib yang hina

Dengan berat kutanggalkan masa silam
Agar membias moksha bersama malam
Kutinggalkan seluruh hikayat kelam
Agar dapat meraba hikmah kalam

Kau, sungguh berhasil mengantarkan-ku
Ke persinggahan-persinggahan
Di mana aku harus menggagas jalan
Untuk bergegas menuju-mu

Meski sayangnya,
Kau menua bersama
Dengan dia yang
Tentu bukan aku

Tapi kasihku,
Sebelum setra dikutuk sabda
Akan aku maklumatkan satu ikrar
Perihal swarga loka yang akan kubakar

Dan aku bernazar,
Akan kubangun kembali swarga loka
Di atas puing-puing reruntuhan angkara
Apabila lentera cinta itu kembali berpijar

VIDEO PILIHAN