Mohon tunggu...
Moch Aldy MA
Moch Aldy MA Mohon Tunggu... (genrifinaldy)

"๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง๐ฎ๐ญ ๐ง๐ฎ๐ซ๐š๐ง๐ข, ๐ฉ๐ž๐ง๐ ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ ๐ง๐š๐ฅ๐ฎ๐ซ๐ข, ๐ฉ๐ž๐ง๐๐จ๐š ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ฅ๐ข๐ ๐ฎ๐ฌ ๐ฉ๐ž๐ง๐๐จ๐ฌ๐š."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Bertaklid Cinta

12 Oktober 2020   10:06 Diperbarui: 12 Oktober 2020   10:40 56 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bertaklid Cinta
https://thescribblinggirl.wordpress.com/

Aku bukan pujangga,
yang bergelimang karya
puisi maupun prosa

Aku tak memiliki tinta emas,
dalam seni kesusastraan
maupun ilmu bahasa

Aku juga bukan seorang filsuf,
yang lihai berdialektika
ataupun beretorika

Karena aku tak memiliki otak brilian,
yang mahir merapal esensi
dan menakwilkan makna

Bukan pula rohaniwan,
yang masyhur seantero mimbar
apalagi pondok nirmala

Sebab aku tak memiliki apapun,
laiknya serambi surga
bahkan selasar neraka

Aku bukan pula tukang pahat,
yang datang dari abad-abad
jahiliah suram nan gelap buta

Karenanya aku tak memiliki sejarah,
bersama ortodoksi fetis arca
dan pengultusan berhala

Tetapi sayangku,
ingin rasanya kukenang dirimu
seperti yang dilakukan kedua tanganku

Dalam menjamah,
jahanamnya gunung serta palungmu
dan lekak-lekuk tubuhmu yang indah itu

Lalu menghiasinya,
dengan taman bunga
dan beberapa kecupan
tepat di keningmu

Tak luput jua,
antologi tentang renjana
alegori matinya logika
kitab-kitab suci cinta
dan miniatur buah dada

Duhai kasihku,
pena dan kertasku
itu lebih penting
ketimbang kita berdua

Sebab di sanalah,
satu-satunya notasi intisari cinta
di dalamnya orang-orang kan temukan
kecantikanmu sekaligus kegilaanku

Sayangku,
aku ingin menghabiskan seluruh bakatku
untuk menulis ulang tentang kasihmu
atau, membumbui kembali setiap huruf
hijaiah dari alif hingga ya' dengan titik

Ini memanglah pendirian,
yang tak sejalan dengan
riwayat pengembaraanku
juga hikayat cintaku

Tapi sayangku, maafkan aku
akan betapa daif dan kuyunya diriku
bilamana aku tak terlalu jantan
untuk memberimu risalah tambahan

Teruntuk,
menghitung noda-noda sundal
yang terlukis pada emas pundakmu

Teruntuk,
menghitung cucuran air mata
yang mengalir deras dariย matamu

Teruntuk,
menghitung ikan-ikan berwarna merah
yang aku pelihara di telukmu

Teruntuk,
menghitung konstelasi gemintang yang kutemukan diย balik celana dalammu

Teruntuk,
menghitung dusta buaya yang kusembunyikan diantara buah dadamu

Sekali lagi,
Ini adalah kredo yang tak selaras
dengan arogansi ego lelaki
dan jemawa dari kedua payudaramu

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
12 Oktober 2020