Mohon tunggu...
M. Jojo Rahardjo
M. Jojo Rahardjo Mohon Tunggu... Maksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Pakar neuroscience mendefinisikan positivity: "Sebuah kondisi di otak di mana otak bekerja maksimal, sehingga otak lebih cerdas, kreatif, inovatif, analitis, mampu memecahkan masalah, tahan terhadap tekanan dan mudah lepas dari depresi, fisik lebih segar, immune system membaik, dan lebih cenderung berbuat kebajikan". ______________________________________________________________________________ Tulisan M. Jojo Rahardjo tentang positivity atau positive psychology bisa dibaca juga di website "Membangun Positivity".

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Pariwisata Indonesia dan Siapa di Balik Nas Daily Videos?

10 Agustus 2020   10:10 Diperbarui: 10 Agustus 2020   10:35 116 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pariwisata Indonesia dan Siapa di Balik Nas Daily Videos?
Nusier Yassin dan pasangannya Alyne Tamir di Singapura (https://www.straitstimes.com)

Mungkin anda pernah melihat 1 atau 2 video yang dibuat oleh Nas Daily dalam beberapa tahun terakhir ini. Dalam setiap videonya selalu muncul seorang anak muda bertampang Timur Tengah dengan gaya penuh bersemangat setengah berteriak. Videonya tentang berbagai hal namun selalu tentang manusia yang berguna sebagai pengetahuan umum. Videonya kerap viral, dan ditonton jutaan kali di seluruh dunia.

Baru-baru ini Nas Daily menampilkan video tentang percobaan (trial) vaksin dari Cina tahap 3 di Abu Dhabi pada 15.000 sukarelawan. Video ini tentu menarik bagi orang Indonesia, karena ada beberapa orang (di Indonesia) yang berkampanye agar menolak menjadi kelinci percobaan. Padahal jika percobaan ini yang merupakan percobaan tahap akhir berhasil, maka vaksin ini akan memiliki arti yang besar bagi kemanusiaan.

Siapa yang sangka pembuat video-video yang kerap viral itu adalah seorang Arab Palestina bernama Nuseir Yassin yang lahir di keluarga muslim. Nas yang bersekolah di Harvard ini lahir di Israel dan berbahasa Inggris, Arab dan Hebrew. Nas mengaku tak mempraktikkan agamanya. Ia fokus membuat video bagus dan menarik setiap hari.

Tahun 2016 ia berhenti bekerja dari sebuah anak perusahaan PayPal di Amerika, meski bergaji 120 ribu dollar per tahun. Lalu ia keliling dunia untuk membuat 1 video setiap hari selama 1000 hari. Awalnya Nas memasang semua videonya hanya di Facebook Page yang diberinama Nas Daily. Page-nya sekarang memiliki lebih dari 16 juta followers. Lalu di 2019 ia juga membuat Youtube channel-nya (Nas Daily Official) dan sekarang memiliki 1,5 juta subscribers.

1000 video yang dibuatnya semua berdurasi sekitar 1 menit saja. "Harus satu menit karena orang-orang selalu sibuk dan di Facebook, karena teman-teman saya tidak ada yang di Youtube," begitu penjelasan Nas soal 1 menit videonya. Topiknya dibuat berdasarkan saran teman-teman dan followers-nya. Ia menambahkan: "Saya membuat video mengenai cerita sehari-hari tiap orang lewat cara pandang yang lebih manusiawi. Kita hidup dalam kehidupan yang super sibuk, tapi tiap orang punya waktu luang."

Menurut Nas, rata-rata ia menghabiskan waktu 6 jam setiap hari untuk melakukan shooting video, ditambah 3 jam lagi untuk mengeditnya. Semua video itu diakhiri dengan tagline ini: "That's one minute, see you tomorrow!"

Nas dibantu seorang video maker yang pacarnya sendiri, yaitu Alyne Tamir, seorang Yahudi Amerika. Ia juga dibantu oleh Agon Hare, seorang video blogger dan musisi dari Polandia. Setelah menyelesaikan video ke-1000 di bulan Januari 2019, Nash lalu di bulan April 2019 tinggal di Singapura dan membangun perusahaannya (Nas Daily Media Company) di sana.

Sejak 1 Februari 2019 ia membuat 1 video setiap minggu dan akan berakhir setelah 100 minggu di awal tahun 2021. Kali ini videonya sekitar 3 menit. Sekarang ia juga sibuk membuat konten tentang Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Vietnam. Mana yang lebih menarik? Vietnam atau Indonesia? Namun sayangnya Nas tak bisa masuk ke Indonesia, gara-gara ia menggunakan paspor Israel. Jika benar ia tak bisa masuk ke Indonesia karena ia berpaspor Israel, maka itu sungguh amat disayangkan. Apalagi di tengah rencana Presiden Jokowi akan mendorong pertumbuhan lewat sektor pariwisata dan penerbangan.

M. Jojo Rahardjo

VIDEO PILIHAN