Mohon tunggu...
M. Jojo Rahardjo
M. Jojo Rahardjo Mohon Tunggu... Maksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Pakar neuroscience mendefinisikan positivity: "Sebuah kondisi di otak di mana otak bekerja maksimal, sehingga otak lebih cerdas, kreatif, inovatif, analitis, mampu memecahkan masalah, tahan terhadap tekanan dan mudah lepas dari depresi, fisik lebih segar, immune system membaik, dan lebih cenderung berbuat kebajikan". ______________________________________________________________________________ Tulisan M. Jojo Rahardjo tentang positivity atau positive psychology bisa dibaca juga di Facebook Fan Page "Membangun Positivity".

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Menguak Manfaat Meditasi bagi Kesehatan

18 Maret 2019   14:06 Diperbarui: 18 Maret 2019   18:07 0 9 3 Mohon Tunggu...
Menguak Manfaat Meditasi bagi Kesehatan
Meditasi memiliki efek yang luar biasa bagi kesehatan (Sumber: www.shutterstock.com)

Memang tak gampang mempercayai bahwa meditasi memiliki efek yang luar biasa pada kesehatan. Saya pun setelah beberapa tahun melakukan meditasi secara teratur masih sering terheran-heran.

Sejak tahun 2014 saya mulai tertarik membaca hasil-hasil penelitian neuroscience. Salah satunya adalah tentang efek meditasi pada kesehatan. Saat mulai mempraktekkan meditasi secara teratur, saya tidak begitu yakin dengan efeknya.

Tentu berat membangun kebiasaan baru (meditasi) ini, karena efek meditasi tak segera terlihat dengan nyata. Saya sempat berhenti beberapa kali, namun memulai lagi. 

Artikel-artikel yang saya baca terus mendorong saya untuk kembali lagi melakukan meditasi secara teratur. Pelahan saya melihat juga efek meditasi itu, yaitu saya merasa badan saya lebih segar, terutama saat bangun di pagi hari. Namun waktu itu saya mengira itu karena saya memang sedang sehat saja. Setelah beberapa bulan baru saya mulai merasa aneh, karena saya tak pernah merasa sakit kepala, padahal itu sering saya alami sebelumnya.

Efek lain yang saya rasakan adalah meningkatnya kemampuan berkonsentrasi. Itu saya lihat saat saya mengikuti seminar, training atau rapat. Catatan berupa tulisan tangan yang saya buat di kertas lebih panjang dari biasanya dan lebih saya ingat meski sudah berminggu-minggu kemudian. Sementara peserta seminar, training atau rapat yang lain sering terlihat menggunakan gadget-nya saat acara berlangsung dan saat diminta berbicara terlihat tidak menyimak apa yang sedang diikutinya.

Kemampuan berkonsentrasi ini juga tentu berpengaruh pada kualitas tulisan saya. Saya lebih mampu untuk lebih lama melakukan riset (Googling) saat menulis. 

Dulu saya sering ingin cepat menyelesaikan tulisan sebelum melakukan riset yang lebih panjang. Dulu juga saya sering membuat catatan tentang sumber-sumber (situs-situs) penting di Internet yang bisa menjadi referensi untuk tulisan saya. Sekarang saya cuma mengingatnya saja dengan mudah di kepala.

Sebenarnya bukan hanya sakit kepala yang sering saya derita sebelum saya melakukan meditasi secara teratur. Flu sudah pasti ada setiap bulan, bahkan bisa parah sekali, yaitu hingga demam dan seminggu lamanya. Namun setelah meditasi paling hanya bersin beberapa kali, lalu berhenti.

Lalu juga gatal-gatal di beberapa bagian tubuh yang berkeringat. Saya ingat, saya dulu selalu memiliki minyak tawon, bedak anti gatal, atau minyak kayu putih. Sekarang itu tidak saya miliki lagi.

Saya juga sering terserang radang usus (dari hasil pemeriksaan laboratorium) atau sering disebut sakit tipus. Ini sakit yang berat, karena saya demam dan lemas, nyaris tak bisa bekerja. Itu sebabnya saya pasti menyediakan kapsul yg sangat terkenal berisi bubuk lumbricus rubellus.

Satu lagi yang juga yang mengganggu adalah gangguan kram kaki saat malam, yaitu saat tidur. Meski sudah makan pisang setiap hari, namun kram kaki ini masih saja kadang muncul. Apalagi saat berolahraga sepeda atau berenang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x