Mohon tunggu...
Mitha septiani
Mitha septiani Mohon Tunggu... mahasiswi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

ig: mithaseptianiardila

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Ciptakan Gigi Kuat dan Sehat dengan Pepsodent

17 Maret 2020   20:50 Diperbarui: 17 Maret 2020   21:04 5 0 0 Mohon Tunggu...

Selasa, 17 Maret 2020

Jakarta- Acara ini diselenggarakan Ruang Press-Tennis Indoor Senayan.Jl.Pintu Satu Senayan,Rt.1/RW.3, Gelora,Tanah Abang,Jakarta Pusat.Pukul 16.00-21.30,PT Unilever Indonesia,Tbk. Melalui brand Pepsodent berkolaborasi dengan persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Nasional (BKGN) yang memasuki kali pelaksanaan kesepuluh.Merayakan kesuksesan 10 tahun BKGN,Pepsodent menginisiasi gerakan "Indonesia Tersenyum" yang mengajak semua orang menjadi "Pahlawan Senyum" guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang.

Drg.Ratu Mirah Afifah,GCClintDent,MDSc,Division Head for Health & Wellbing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia.Mengatakan," Bulan Kesehatan itu adalah komitmen berkesinambungan antara Pt.Unilever.TBK melalui Brand Pepsodent. PT.Unilever.TBK melalui Brand Pepsodentbekerjasama dengan persatuan dokter gigi Indonesia dan asosiasi fakultas gigi kedokteran Indonesia merupakan komitmen berkesinambungan ,tujuannya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia bagaimana menjaga senyum Indonesia dari Gigi berlubang,karena pasti percaya akan hal kesehatan gigi itu penting sekali.

Dan ketika kita sakit gigi atau gigi berlubang pasti tidak nyaman jadi kita harus menjaga Keluarga Indonesia bisa tersenyum dengan gigi sehat.Dan pandangan dari pepsodentnya sendiri,dalam bulan kesehatan gigi nasional yang ke 10 akan memberikan apresiasi sebesar-besarnya tidak mungkin PT.Unilever bekerja sendiri karna asosiasi kedokteran gigi mempunyai FKG dengan rumah sakit gigi dan mulutnya.Dan sudah banyak sekali dicapai dan akan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.

Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibenahi.Riskedas 2018.Memperlihatkan bahwa dari 88,8 masyarakat yang memiliki masalah gigi berlubang ,bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6% anak Indonesia berumur 5 tahun.Hal ini tentunya sangat memprihatinkan,mengingat kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen dimasa mendatang.

Dr.drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K)., MM.,Ketua Pengurus Besar PDGI

"Mayarakat Indonesia tingkat kesehatan mulutnya sangat rendah dan dibuktikan dengan riset kesehatan dasar gigi dan mulut bahwa sangat memperihatinkan setiap orang di Indonesia mempunyai kerusakan gigi 7-8 gigi per orangnya,dan ini salah satu masalah yang luar biasa yang membutuhkan suatu perhatian,Upaya -- upaya salah satuya itu dengan acara BKGN ini dengan Bulan Kesehatan Gigi Nasional Unilever yang sepuluh tahun ini ada peningkatan perbaikan-perbaikan.

Dari system kesehatan diperbaiki,kemudin para dokter gigi juga memberikan masyarakat penyuluhan,memberikan edukasi masyarakat bagaimana cara menjadi yang terbaik sehingga kedepan bisa meningkatkan kesehatan gigi Indonesia.Dan yang susah itu adalah merubah kebiasaan seperti menyikat gigi dengan asal-asalan dan itu harus dikasih edukasi terus menerus agar bisa merubah pola menyikat gigi yang lebih baik lagi.dengan gigi yang sehat akan juga bisa aktivitas dengan baik,mempunyai ekonomi yang baik dan juga menciptakan anak-anak yang lebih cerdas karna memiliki gigi yang sehat dan tanpa mengganggu".aktivitas sehari-hari dan pastinya akan lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu dengan mempunyai gigi yang sehat.

"Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang masih perlu dibenahi .Riskedas 2018 memperlihatkan bahwa 94,7 masyarakat yang menyikat gigi setiap hari ,hanya 2,8% yang melakukannya diwaktu yang tepat,yaitu dua kali sehari,setelah sarapan dan sebelum tidur.Yang tak kalah memperihatinkan,ternyata 95,5% masyarakat Indonesia tidak pernah berkunjung ketenaga medis gigi." Selama Sembilan Tahun,BKGN telah member manfaat kepada 250.000 masyarakat Indonesia .Berkat kolaborasi Pepsodent dengan lebih dari 100 PDGI Cabang dan 23 Fakultas Kedokteran Gigi di seluruh Indonesia,14.250 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi juga ikut terlibat disepanjang pelaksanaan BKGN.

Dr.Nina Djustiana,drg.,M.Kes.,Ketua AFDOKGI mengatakan

"Didunia ini manusia memiliki peran masing-masing dan peran itulah yang harus dibangun karena dokter gigi ada seindonesia memiliki 32 fakultas kedokteran gigi.Tapi kalau dilihat dari luasnya Indonesia begitu besar berapa gubernur,berapa kabupaten,berapa kota dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x