Mohon tunggu...
Mitha Agustin
Mitha Agustin Mohon Tunggu... La Tahzan

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Kenali Gangguan Bahasa dan Komunikasi Sejak Dini

30 November 2020   01:50 Diperbarui: 30 November 2020   01:52 25 1 0 Mohon Tunggu...

Gangguan bahasa atau komunikasi merupakan keterbatasan kemampuan dalam penggunaan sombol linguistic sebagai sarana komunikasi secara verbal sesuai dengan tahap usia, jenis kelamin dan kecerdasan anak. 

Anak memperoleh bahasa ketika berada dalam lingkungan keluarga , sekolah dan masyarakat. Dari tahap yang didapatkan dimasyarakat anak melewati beberapa proses diawali pralinguistik, pemerolehan dan penguasaan. Banyak factor penyebab, sehingga anak mengalami gangguan bahasa dan komunikasi mulai dari pendengaran, terhubungnya implus ke otak , otot dan organ yang berhubungan dengan pembuatan suara. 

Salah satu penyebab yang sering terjadi berasal dari deprivasi lingkungan yang terdiri dari lingkungan yang sepi sehinggan tidak membantu anak dalam menerima banyak kata atau bahasa, perekonomian, pengajaran yang salah dan dari sikap orang tua terhadap anak. 

Gejala dari gangguan bahasa dan komunikasi ini dapat dilihat dari cara anak berbicara mengalami kesulitan atau tidak, kalimat yang diucapkan sulit dimengerti oleh orang lain atau tidak dan menyusun kata yang benar ketika mengungkapkan keinginannya.  

Kemampuan berbahasa dan komunikasi berhubungan dengan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi dan dari lingkungan anak. Dalam intervensinya guru dan orang tua dapat melakukan pelatihan mulai dari sering mengajar anak untuk berbicara, bercerita, dan memberikan arahan atau membetulkan bagaimana mengungkapan kata dan kalimat dengan baik dan benar. Dengan demikian diharapkan akan menjadikan keterbiasan yang mampu membantu anak dalam gangguan bahasa dan komunikasi.

Dari gangguan bahasa atau komunikasi juga akan mempengaruhi kesiapan anak ketika memasuki awal sekolah.  Tentunya sebelum memasuki sekolah anak memiliki kesiapan terlebih dahulu sehingga kedepan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. 

Dalam hal ini anak mengalami transmisi atau periode waktu dimana anak terbiasa dengan lingkungan keluarga, tidak dengan aturan yang seperti dalam sekolah, sehingga anak memerlukan pembiasaan kembali dan penyesuaian dengan cepat dan tepat. 

Dengan begitu anak memerlukan kesiapan sehingga tidak mengalami gangguan dalam memasuki sekolah, kita dapat menumbuhkan motivasi dan memberi keterampilan baru terhadap anak. Memberikan kegiatan – kegiatan baru sebagai kesiapan pra sekolah, seperti mengenalkan huruf – huruf dan angka pada anak. 

Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam hal ini untuk membangungkan keseluruhan mulai dari segi kesehatan, ketajaman dan masalah gizi yang pada umumnya tidak diawasi oleh orang tua, memberikan pengalaman bertemu dan bermain dengan teman sebayanya.  Ini bertujuan dalam waktu kedepannya dengan memberikan aktivitas fisik dan nutrisi yang seimbang karena sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak maupun tubuh. 

Menikmati waktu bersama dengan teman sebaya usia dalam kelompok bermain, sebelum taman kanak-kanak untuk kemajuan dengan perkembangan sosial. Sehingga mampu mengupayakan keberhasilan yang berkesinambungan pada tingkat perkembangan kesiapan. Intervensi yang dapat dilakukan orang tua yaitu dengan cara bertemu staf untuk membahas kekhawatiran mengenai kesiapan anak untuk pengalaman sekolah mendatang, peran guru dalam intevensi dengan mengadakan pertemuan bersama orang tua untuk menyelidiki kekhawatiran mereka dan kekhawatiran para staf mengenai kesiapan anak mereka untuk taman kanak-kanak dengan membahas  cara-cara yang dapat membantu anak untuk memperoleh keterampilan dan membuat anak lebih siap untuk belajar. 

Orang tua dapat berupaya dengan melakukan pemeriksaan ketajaman pada anak untuk memastikan agar penglihatan dan pendengaran tetap terjaga di sekolah.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x